KALIANDA (Lampost.co) -- General Manager PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni Anton Murdianto mengingatkan nahkoda kapal motor penumpang (KMP) yang terlibat angkutan Lebaran 2018 lintas pelabuhan Bakauheni - Merak, agar mewaspadai ancaman cuaca ekstrem di perairan yang menghubungkan pulau Sumatera dan Jawa.

Selain mendeteksi sejak dini, kata Anton, nahkoda juga harus meningkatkan komunikasi dengan BMKG dan petugas Ship Traffic Control (STC) di pelabuhan Bakauheni maupun Merak. “Komunikasi terkait kondisi cuaca dengan BMKG dan STC sangat penting, supaya nahkoda mengetahui kondisi terkini cuaca di perairan selat sunda,” kata dia, Minggu (27/5/2018).



Ia mengatakan kondisi cuaca jalur penyeberangan lintas pelabuhan Bakauheni-Merak berpotensi diguyur hujan lebat disertai petir hingga satu minggu kedepan. "Adanya awan gelap (cumulonimbus) di lokasi tersebut juga dapat menimbulkan angin kencang dan menambah tinggi gelombang. Untuk itu kami minta nahkoda tanggap terhadap kondisi cuaca saat berlayar. Namun rekomendasi BMKG ancaman gelombang tinggi 4 meter melanda perairan barat Lampung,” tandasnya.

Selain itu, pihak ASDP juga telah menyiapkan kapal tugboat di perairan Pelabuhan Bakauheni. Persiapan itu, untuk mengantisipasi kapal penumpang yang kesulitan sandar akibat gangguan cuaca. “Hingga saat ini pelayanan berjalan lancar tanpa gangguan cuaca," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR