BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Hingga saat ini belum diketahui pasti penyebab kelainan bibir sumbing pada bayi. Banyak faktor yang disebut bisa menyebabkan kelainan tersebut.

Country Director Smile Train Indonesia Desy Larasati menyebut Indonesia merupakan negara dengan jumlah kasus bibir sumbing nomor tiga di dunia. Sehingga permasalahan itu perlu mendapatkan perhatian.



Desy menuturkan bibir sumbing merupakan kondisi kelainan bawaan yang ditandai dengan adanya celah atau belahan pada bibir bagian atas. Celah tersebut bisa terdapat di tengah, kanan, atau bagian kiri bibir. Selain di bibir atas, kelainan itu juga bisa terjadi pada langit-langit mulut.

Bibir sumbing dan langit-langit sumbing terjadi karena jaringan di bibir bayi atau di langit-langit mulut bayi saat di dalam rahim tidak menyatu dan meninggalkan celah. Normalnya proses penyatuan tersebut terjadi pada bulan kedua hingga ketiga pada masa kehamilan.

"Penyebab pastinya bibir sumbing belum diketahui, banyak faktor yang memengaruhi," kata Desy pada sela acara operasi bibir sumbing yang diadakan di RSIA Mutiara Putri, Bandar Lampung, beberapa waktu lalu.

Beberapa faktor yang menurut Desy bisa memicu risiko bayi lahir dengan bibir sumbing diantaranya adalah mengonsumsi air yang kurang bersih selama masa kehamilan, nutrisi tidak terpenuhi, kekurangan asam folat hingga paparan zat tertentu seperti asap rokok.

"Faktor genetik seperti anak yang terlahir dari orang tua bibir sumbing juga berpengaruh, hingga riwayat diabetes dan obesitas saat hamil juga bisa menyebabkan bayi terlahir dengan bibir sumbing," kata Desy.

Waktu Operasi

Desy menuturkan agar tidak memengaruhi tumbuh kembang dan keterampilan berbicara anak, operasi bibir sumbing disarankan dilakukan saat bayi dengan berat minimal 5 kg atau berusia minimal 3 bulan. Sementara untuk operasi kelainan pada celah langit-langit baru bisa dilakukan pada bayi dengan berat badan minimal 10 kg dengan usia di bawah 2 tahun.

"Operasi bibir sumbing dan celah langit sebaiknya dilakukan sebelum anak berusia 2 tahun agar tidak mengganggu proses berbicara anak," ujar Desy.

Operasi sumbing tergolong operasi besar yang melakukan pembedahan dan membutuhkan dana yang tidak sedikit. Oleh sebab itu, tidak sedikit masyarakat khususnya kalangan menengah ke bawah terlambat untuk melakukan operasi.

Untuk membantu masyarakat mendapatkan layanan operasi bibir sumbing, organisasi dunia Country Director Smile Train Indonesia memberikan layanan operasi bibir sumbing gratis, salah satunya diadakan di RSIA Mutiara Putri, Bandar Lampung, setiap Rabu dan Jumat. "Siapa saja bisa datang untuk mengikuti program tersebut dengan proses dan syarat yang sangat mudah," kata Desy. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR