LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 6 July
56036
Kategori Internasional
Penulis MTVN
Editor Winarko
LAMPUNG POST | AS Desak PBB Jatuhkan Sanksi Tegas Terhadap Korut
Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley dorong sanksi baru terhadap Korea Utara (Foto: AFP).

AS Desak PBB Jatuhkan Sanksi Tegas Terhadap Korut

Washington (Lampost.co) -- Amerika Serikat (AS) mendesak diberikan sanksi tegas terhadap Korea Utara (Korut) di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). Sanksi baru diarahkan setelah peluncuran rudal terbaru Korut.

Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley mengatakan uji coba rudal balistik antar benua (ICBM) yang dilakukan Korut pada Selasa 4 Juli itu, membuat dunia seperti tempat yang berbahaya. 

Tidak hanya dengan sanksi Haley menyebutkan bahwa negaranya siap untuk menggunakan kekuatan militer jika memang dibutuhkan terhadap negeri Kim Jong-Un itu.

"Kami mempertimbangkan penggunaan kekuatan militer. Kami akan melakukannya juga dibutuhkan," ujar Haley, seperti dikutip AFP, Kamis 6 Juli 2017.

"Namun yang menjadi fokus AS saat ini adalah mendorong diterapkannya sanksi baru yang lebih ketat," tegas Haley.

Haley pun menambahkan bahwa AS akan menyerahkan proposal resolusi sanksi baru terhadap Korut. Dalam beberapa hari ke depan, proposal itu akan  siap.

Secara keseluruhan, enam sanksi sudah diterapkan terhadap Korut sejak pertama kali melakukan uji coba atom pada 2006. Tetapi hingga kini sanksi tersebut gagal untuk mencegah Korut mengembangkan teknologi senjata nuklir mereka.

Sementara langkah baru yang akan diambil menargetkan negara yang melakukan perdagangan dengan Korut dan juga melarang ekspor minyak ke negara terisolasi tersebut. Selain itu sanksi ini juga akan memperketat dan melarang pejabat Korut untuk bepergian.

Peran China

Bagi Haley, China menjadi kunci bagi solusi diplomatik melawan Korut. Dirinya pun menegaskan akan bekerja sama dengan Negeri Tirai Bambu itu.

"Kami akan bekerja sama dengan China. Namun kami tidak akan mengulang pendekatan tidak tepat di masa lalu yang berujung seperti saat ini," tegas Haley.

Dukungan atas penerapan sanksi ini datang dari Prancis. Namun Rusia memberikan protes atas rencana AS tersebut.

BAGIKAN


  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv