KALIANDA (lampost.co) -- Seorang pria paruh baya tiba-tiba datang bersama badut tokoh kartun Marsha di tengah keramaian di Pusat Kuliner Desa Bangunan, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, Selasa (19/12/2017). Tanpa diaba-aba mereka pun berjoget.
Seraya membawa kotak musik, pria itu bersama badutnya berjoget dan menghibur beberapa warga saat duduk santai sambil menyantap jajanan. Bukan hanya itu, mereka juga menyisir tiap keramaian, terutama yang dipadati anak-anak.
Kedua pria itu mengaku berasal dari Kelurahan Gunungsulah, Kecamatan Way Halim, Bandar Lampung. Pasangan seniman jalanan itu adalah Arman Basuki (52) dan Tono namanya. Mereka sengaja datang dan berkeliling mengais rezeki hanya untuk mengamen.
Arman Basuki mengatakan bersama rekannya datang dari Bandar Lampung mencari pundi-pundi uang untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Ia mengaku setiap hari berkeliling pasar yang ada di Provinsi Lampung ini, hanya mengamen bersama badut Marsha.
"Saya berdua rekan saya berkeliling mencari pasar. Kami hanya mengamen menggunakan boneka badut besar. Kami juga cuma berjoget, biasanya target kami untuk menghibur kalau banyak anak-anak," kata bapak dua anak itu.
Hal senada diungkapkan Tono. Ia mengatakan dalam sehari mereka mampu mengumpulkan uang sebesar Rp150 ribu—Rp200 ribu. Namun, uang itu belum dibagi dua dan transportasi, bahan bakar minyak dan makan selama berkeliling mereka mengamen.
"Hasil dari mengamen ini kami bagi dua. Tapi, pembagian itu setelah dipotong uang bensin dan makan. Soalnya, kami keliling menggunakan sepeda motor. Biasanya bersih dapat uang sebesar Rp75 ribu per orang," kata dia.
Arman Basuki bersama Tono mengaku terpaksa mengamen hanya untuk memenuhi kebutuhannya selama tidak ada pekerjaan sebagai buruh bangunan. "Biasanya kalau enggak mengamen, kami jadi kuli bangunan. Ya, kalau ada lebihnya kami tabungkan, Mas." 

loading...

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR