LIWA (Lampost.co) -- Guna mensukseskan Pekon Rigisjaya sebagai kawasan agrowisata berbasis komoditi kopi di Lampung Barat, Dinas Perkebunan setempat akan segera melaksanakan pembenahan terdahap areal perkebunan kopi petani di wilayah itu.

Pembenahan itu dilaksanakan dikarenakan sebagaian besar areal perkebunan terutama yang berada di sepanjang perlintasan masih didominasi oleh tanaman pisang.



Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Lambar Tri Umaryani, Senin (14/5/2018), mengakui jika sebagian areal perkebunan kopi petani di wilayah itu banyak terdapat tanaman pisang. Hal tersebut dikarenakan pisang merupakan penghasilan tambahan bagi petani. Namun saat ini tanaman pisangnya perlu dikurangi agar tanaman pokoknya tidak kalah.

"Tanam pokoknya adalah kopi sedangkan pisang adalah tanaman sela tapi saat ini sebagian areal kopi banyak terdapat tanaman pisang dan ini nanti perlu ada pendampingan agar tanaman pisang dikurangi dan kembali mengutamakan tanaman utamanya yaitu kopi," kata Tri.

Tri menjelaskan, pekon Rigisjaya ditetapkan sebagai kawasan agrowisata berbasis komiditi kopi tujuanya adalah untuk meningkatkan perekonomian masyarakatnya serta memajukan pembangunan pekon tersebut melalui pengembangan pariwisata sekitar perkebunan. Alasanya adalah karena pekon tersebut merupakan salah satu pekon yang berstatus tertinggal dengan penduduknya juga mayoritas miskin.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR