KALIANDA (Lampost.co)--Dinas Tanaman Pangan, Perkebunan dan Hortikultura kabupaten Lampung Selatan mencatat ada sekitar 32 ribu hektare luas tanaman padi yang tersebar di 17 kecamatan pada musim tanam gadu tahun 2018.  Dari jumlah tersebut tanaman padi paling luas yang teramcam kekeringan adalah  kecamatan Ketapang.  

Sugiyono Kepala bidang Tanaman Pangan, Perkebunan dan Hortikultura kabupaten Lampung Selatan mengatakan luas tanam padi pada musim gadu (kemarau) di 17 kecamatan hingga Juli tercatat 32 ribu hektare. Sedangkan uang sudah terancam kekeringan sekitar 457,5 hektare.



“Jika dalam dua pekan kedepan hujan tidak turun, kemungkinan sawah yang mengalami kekeringan akan bertambah. Sampai saat ini lahan yang sudah  mengalami kekeringan ringan sekitar 398,5 hektare, dan 59 hektar diantaranya sudah kering,” kata Sugiyono, Jumat (10/8/2018).

Sugiyono menyebutkan jumlah terluas tanaman padi yang terancam kekeringan ada di kecamatan Ketapang. Di kecamatan itu terdata seluas  189,5 hektare sawah yang sudah mengalami kekeringan ringan dan 47 hektare kekeringan sedang.

“Sawah Ketapang rata-rata sawah tadah hujan. Tidak ada sumber air yang bisa dimanfaatkan saat kemarau, selain sungai, sementara kondisi sungai juga sudah kering,” ujarnya. 

Kecamatan lain yang rawan kekeringan adalah Katibung dengan luas 145 hektare sawah yang mengalami kekeringan ringan. Lalu kecamatan Sragi 45 hektare, Jatiagung 14 hektare kekeringan ringan dan 12 hektare kekeringan sedang.

Kemudian kecamatan Sidomulyo 2 hektare kekeringan ringan dan Candipuro sebanyak 3 hektare yang sudah mengalami kekeringan ringan.

“Sedangkan wilayah kecamatan di sekitar aliran Way Sekampung, masih masih aman karena bisa memanfaatkan air dari sungai tersebut,” pungkasnya. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR