TIDAK menunggu terlalu lama lagi, perangkat nirawak, drone, yang tengah diujicoba Huawei Global Industry Vision pada 2025 sudah akan melayani sektor industri dan transportasi di langit digital (di bawah 1.000 meter). Pasar saat itu mencapai 33,9 miliar dolar AS atau sekitar Rp474,6 triliun.

Laporan terbaru Huawei itu dirilis perhelatan Huawei Global Analist Summit (HAS) 2018 yang diikuti pakar dari seluruh dunia pada 17—19 April di Shenzhen, Tiongkok. "Langit digital segera terwujud yang bakal dipicu dengan pengembangan industri drone yang begitu pesat serta penerapan teknologi berbasis 5G," tulis laporan itu. (Kompas.com, 18/4)



Berdasar analisis Huawei, aplikasi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan di sektor transportasi akan bisa menekan kemacetan di jalan raya hingga 86% pada 2025. Hal itu disampaikan Chief Strategy Marketing Officer Huawei, William Xu, pada pidato pembukaan HAS 2018 dengan tema Envision fully connected intelligent world.

"Ke depan transportasi plus intelligence. Jika digabungkan bisa mereduksi kemacetan hingga 86%. Ongkos transportasi juga direduksi hingga 56%," ujar Xu.

Transportasi berbasis AI bukan hanya mobil otonom atau mobil yang terkoneksi internet, tetapi juga lampu lalu lintas yang terhubung dengan pusat data. Data HAS 2018 menyebut, akibat koneksi transportasi dan AI, akan terjadi koneksi 5G mencapai 1,1 miliar koneksi di 2025.

Diperkirakan 200 juta kendaraan yang terkoneksi dengan jaringan internet pada 2025, 60 juta di antaranya terkoneksi dengan jaringan 5G. Pasar mobil terkoneksi internet itu diperkirakan melampaui 145 miliar dolar AS atau Rp1.993 triliun pada 2025.

Taksi terbang ini sudah pernah dipamerkan di ajang Mobile World Congress (MWC) di Barcelona, Spanyol, 2016.

Kendaraan otonom yang berfungsi sebagai infrastruktur mendukung model bisnis taksi terbang, tidak perlu runway. Kendaraan bisa lepas landas dan mendarat secara vertikal layaknya helikopter.

Pemanfaatan wilayah udara (langit digital) untuk transportasi itu akan menyisakan ruang yang lebih hijau di daratan. Jalanan yang tadinya dipadati kendaraan bermotor bisa kembali digunakan untuk lahan hijau atau ruang komunitas.

Selain angkutan penumpang, pemanfaatan drone untuk pengiriman barang (logistik) justru lebih masif. "Sistem logistik manual akan punah, kompetisi industri logistik akan ditentukan oleh inovasi dan layanan yang berbasis personal," tulis laporan. ***

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR