PRINGSEWU (Lampost.co)--APBD Kabupaten Pringsewu tahun 2018 disahkan dalam rapat paripurna DPRD, yang di hadiri Bupati Sujadi Sadat dan wakilnya Fauzi, Rabu (29/11/2017).

Rapat paripurna dihadiri oleh 36 dari 40 anggota dewan, Sekkab Pringsewu A. Budiman, para asisten, staf ahli dan para kepala OPD se-Kabupaten Pringsewu.
Juru bicara Pansus RAPBD 2018, Anton Subagyo, menjelaskan penyusunan APBD berbasis kinerja dan adanya standar biaya yang rasional dan realistis. Pendapatan APBD murni tahun 2018 mencapai Rp1,183 triliun. Rinciannya PAD Rp126,664 miliar, dana perimbangan Rp849,579 miliar, lain lain pendapatan yang sah Rp207,637 miliar. 
Belanja Daerah Rp1,221 triliun yang terdiri dari belanja tidak langsung Rp679,679 miliar, belanja langsung Rp542,523 miliar. Pembiayaan daerah penerimaan Rp37 miliar.
Anton menambahkan APBD 2018 sudah mengacu pada peraturan yang berlaku. APBD 2018 dalam kondisi berimbang.
Terakit organisasi LAD agar menggali secara maksimal dengan medata objek pajak sehingga PAD bisa meningkat dan trukur. Terkait rencana Pembangunan harus terukur sesuai dengan kemampuan kauangan daerah sehingga rencana itu bisa langsung direalisasikan. Contohnya jalan menuju Pemda yang sudah dimulai sejak 2012, dan bangunan DPRD yang di mulai sejak 2015, dan jembatan jembatan yang sampai saat ini belum di.laksanakan. Anton juga meminta bupati membangun tempat merokok khusus atau anjugan tempat merokok.
Terkait pengawasan internal yang di lakukan oleh inspektorat harus di tindaklanjuti oleh OPD masing-masing. Penganggaran perjalanan dinas yang masih gelondongan, artinya perlu ada rincian.
Terkait dengan pekerjaan fisik harus di tingkatkan baik volume atau kualitasnya.
Pada kesempatan itu juga DPRD Kabupaten Pringsewu mengesahkan perda 
kesepakatan bersama tentang program pembentukan peraturan daerah tahun 2018, dan pengesahan dua Raperda Kabupaten Pringsewu. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR