KRUI (Lampost.co) -- Empat pelaku perburuan satwa dilindungi di Kabupaten Pesisir Barat dikabarkan berhasil dibekuk aparat gabungan Polsek Bengkunat, petugas Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Tambling Wildflife Nature Conservation (TWNC), dan Gakum Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK) Seksi Wilayah 3 Palembang, Sabtu (11/8/2018).

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, keempat orang pelaku perburuan satwa lindung itu yakni Hendra (65), Aroni Alias Inday (61), Mardiansyah (39), dan Fahrizal (54).



Menurut sumber yang enggan disebutkan namanya, para pelaku melakukan perburuan satwa lindung jenis beruang tersebut di kebun kopi dan lada dalam kawasan TNBBS Reg. 22B Pekon Sumberrejo Kecamatan Bangkunat, dan di kebun kopi dan lada di kawasan hutan marga di Pekon Bumiratu Kecamatan Ngambur.

"Petugas berhasil menangkap para pelaku beserta Barang Bukti (BB) yaitu dua lembar kulit beruang, satu ekor beruang sudah diawetkan, satu pucuk senapan angin jenis gejluk, dua bilah pisau jenis garpu, dan satu buah senter kepala," ungkapnya.

"Informasinya hewan lindung tersebut akan dijual dengan harga yang cukup mahal, yakni mencapai angka Rp150 juta," jelasnya. 

Sementara itu,  Hingga berita ini diturunkan, Kapolsek Bengkunat Resor Lambar,  belum dapat dihubungi melalui sambungan ponselnya. 

Untuk diketahui, tindakan keempat pelaku melanggar Pasal 40 Ayat (2) Jo Pasal 21 Ayat (2) huruf b dan d UU RI No. 05 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR