KRUI (Lampost.co)--Mewakili masyarakat dan aparat Pekon Negeriratu Ngambur yang terdiri dari Kepala Urusan (Kaur),Kepala Seksi (Kasi),Pemangku (Kepala Dusun),tokoh masyarakat, agama, pemuda, LHP dan Peratin, mendatangi kantor Inspektorat Pesisir Barat.

Kedatangan mereka untuk memenuhi panggilan Inspektorat meminta keterangan terkait desakan aparat pekon agar juru tulis pekon Hermansyah dicopot dari jabatannya, sebab tidak harmonis dengan aparat pekon.



Peratin Negeriratu Ngambur,Hazairin Abi, saat dihubungi Lampost.co, Rabu (18/10/2017), mengungkapkan dirinya dan Kaur, Kasi, Pemangku, tokoh agama, pemuda dan tokoh masyarakat hadir karena dipanggil Inspektorat untuk ditanya seputar ketidak harmonisan dengan Hermansyah.

"Kami berjumlah sepuluh orang saat diperiksa dibagi dalam empat kelompok. Pertanyaan yang diajukan Inspektorat kami jawab apa adanya, yang paling diharapkan warga Negeri Ratu adalah agar Hermansyah dipindahkan dari Ngambur dan tidak lagi sebagai sekretaris desa Negeriratu," kata Hazairin.
Ditambahkanya jika Hermansyah tidak segera dipindahkankan, dikhawatirkan akan terjadi tindakan anarkis. "Tokoh masyarakat mengatakan warga Negeriratu mulai dari tingkat Rukun Tetangga (RT)dan pemangku sangat berharap Hermansyah dipindahkan, selain malas ngantor, arogan, dan sok pintar,sekretaris desa tersebut dinilai menghambat pembangunan pekon Negeriratu, ini salah satu jawaban kami kepada tim pemeriksa Inspektur Pesisir Barat," tutup Hazairin.

Sementara itu, saat diminta tanggapanya terkait pemanggilan aparat pekon Negeriratu Ngambur itu, Inspektur Pesisir Barat, Edy Mukhtar ditemui di kantornya mengatakan pihaknya telah mem-BAP sepuluh orang , masyarakat dan aparat pekon.
"Juru tulis akan kami panggil pekan depan. Betul aparat dan masyarakat minta agar dimutasikan,"kata Inspektur.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR