KALIANDA (Lampost.co) -- Untuk meminimalisir kerugian akibat gagal panen, petani di wilayah Kecamatan Palas, Lampung Selatan, diimbau mendaftarkan tanaman padi miliknya dalam Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Asuransi tersebut untuk menjamin tanaman padi petani disaat diterpa bencana.

Plh. Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian (P3) Kecamatan Palas, Agus Santosa mengatakan hadirnya AUTP ini dinilai bisa meminimalisir kerugian pada petani saat terjadi gagal panen atau puso.



"Asuransi ini hanya untuk antisipasi ancaman dari bencana alam, seperti banjir dan kemarau. Kemudian, seperti serangan hama diantaranya tikus, wereng cokelat, dan walang sangit," kata dia saat dihubungi, Selasa (3/4/2018).

Dia mengatakan besaran premi yang harus dibayar oleh petani hanya Rp180 ribu per hektare per masa tanam. Namun, lantaran disubsidi oleh Pemerintah sebesar Rp144 ribu per hektare per masa tanam. Sehingga, petani hanya membayar sebesar Rp36 ribu per hektar per masa tanam.

"Biaya asuransi menjadi murah karena pemerintah mensubsidi premi sebanyak 80% dari total premi yang harus dibayar. Besar dalam satu kali musim tanam dengan nilai pertanggungan atau klaim sebesar Rp6 juta per hektare," ujarnya.

Agus mengatakan untuk masa tanam musim rendeng tahun ini seluas 4.300 hektare dari luasan hamparan persawahan di Kecamatan Palas seluas 7.200 hektare.

"Nah, seperti banjir ini di Palas mencapai 2.337 hektare. Kemudian, tanaman padi dipastikan puso. Jadi, tanaman padi itu bisa di klaim ke Jasindo. Sebab, kerusakan akibat gagal panen mencapai 75%," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR