KALIANDA (Lampost.co) -- Untuk meminimalisir kerugian akibat gagal panen, petani di wilayah Kecamatan Palas, Lampung Selatan, diimbau mendaftarkan tanaman padi miliknya dalam Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Asuransi tersebut untuk menjamin tanaman padi petani disaat diterpa bencana seperti musim kemarau sekarang.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian (P3) Kecamatan Palas, Agus Santosa mengatakan hadirnya AUTP ini dinilai bisa meminimalisir kerugian pada petani saat terjadi gagal panen atau puso. Apalagi saat ini musim kemarau sedang berlangsung yang mengakibatkan lahan kering berdampak puso.



"Asuransi ini hanya untuk antisipasi ancaman dari bencana alam, seperti banjir dan kemarau saat ini. Kemudian, seperti serangan hama diantaranya tikus, wereng cokelat, dan walang sangit," kata dia saat dihubungi, Selasa (2/8/2018).

Dia mengatakan besaran premi yang harus dibayar oleh petani hanya Rp180 ribu per hektare per masa tanam. Namun, lantaran disubsidi oleh Pemerintah sebesar Rp144 ribu per hektare per masa tanam. Sehingga, petani hanya membayar premi sebesar Rp36 ribu per hektar per masa tanam.

"Biaya asuransi menjadi murah karena pemerintah mensubsidi premi sebanyak 80% dari total premi yang harus dibayar. Besar dalam satu kali musim tanam dengan nilai pertanggungan atau klaim sebesar Rp6 juta per hektare. Jadi, kalau musim kemarau saat ini petani tidak begitu khawatir, tanaman padi ada jaminannya," ujarnya.

Agus mengatakan untuk masa tanam musim gaduh tahun ini beru tertanami padi seluas 2.150 hektare dari luasan hamparan persawahan di Kecamatan Palas seluas 7.200 hektare. Namun, ia pesimis semua lahan akan tertanami semua.

"Nah, seperti banjir di Palas awal tahun lalu banyak yang puso. Kenyataannya banyak yang masuk dan mendapatkan klaim asuransi AUTP dari Jasindo. Namun, kerusakan akibat gagal panen ini harus mencapai 75%," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR