BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Jembatan timbang Way Urang yang akan direncanakan mulai dioperasikan akhir tahun ini akan menerapkan sistem informasi dan teknologi. Hal tersebut sebagai langkah antisipasi terjadinya pungutan liar (pungli) antara sopir truk dan petugas di lapangan.
Kepala Seksi Sarana Prasarana BPTD Wilayah VI Provinsi Bengkulu dan Lampung, Yoyo Arianto menjelaskan aktivasi jembatan timbang di bawah kewenangan Kementerian Perhubungan akan mengubah prosedur pengukuran beban muatan kendaraan dengan penerapan sistem informasi dan teknologi.
"Komitmen antipungli kami wujudkan dengan penerapan sistem komputerisasi. Dengan sistem itu petugas tidak harus memeriksa kendaraan atau pun berhadapan langsung dengan sopir-sopir kendaraan," kata Yoyo kepada Lampost.co, Selasa (3/7/2018).
Menurutnya, Kemenhub dan BPTD selalu mensosialisasikan dan meneriakkan anti pungli kepada petugas di lapangan. Hal itu didukung pula dengan sistem dan teknologi yang digunakan dalam jembatan saat ini. "Meminimalisir petugas berhadapan langsung dengan pengendara, karena disitu lah waktu yang rentan pungli," ujarnya.
Teknologi tersebut, lanjutnya, dapat mendukung kelancaran antrean kendaraan yang masuk jembatan timbang, yaitu penerapkan teknologi sensor beban kendaraan di jalan. Sehingga petugas bisa mengetahui jumlah beban berat kendaraan tanpa harus masuk ke jembatan timbang.
"Kami akan terapkan teknologi, yaitu menimbang tanpa kendaraan berhenti. Jadi sistemnya ketika kendaraan diketahui bebannya berlebih, baru disuruh masuk jembatan timbang. Jadi enggak semua masuk jembatan timbang supaya lalu lintas enggak terganggu," ujarnya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR