KOTABUMI (Lampost.co)--Guna mengatisipasi serangan hama tikus saat musim panen padi di 2018, petani di wilayah sentra penghasil padi di dua kecamatan, menggelar gropyokan.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian, Kabupaten Lampung Utara, Sugiman, di ruang kerjanya, Senin (27/11/2017), mengatakan pada musim tanam (MT) I Rendeng (Oktober s/d Desember) petani di wilayah sentra penghasil padi di dua kecamatan, yakni; Abung Timur dan Abung Surakarta menggelar gropyokan. 
"Dengan gropyokan, maka serangan hama tikus di areal persawahan saat musim panen tiba dapat diminimalisir," ujarnya. 



Untuk luas areal persawahan dalam gropyokan yang dilakukan secara swadaya oleh kelompok tani dari dua kecamatan yang didampingi petugas Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Holtikultura (BPTPH) Lampung Utara ini, tercatat di Kecamatan Abung Timur sekitar 200 hektare (ha) dan Kecamatan Abung Surakarta sekitar 150 ha. 
"Gropyokan yang dilakukan kelompok tani di wilayah sentra penghasil padi ini dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan dengan didampingi petugas" kata Sugiman.

Menyoal tingkat serangan hama tikus di Lampung Utara, merujuk data teknis petugas saat panen pada MT gadu 2017, tercatat belum dalam skala ekstrim atau dalam hal ini belum menimbulkan kerusakan berat. Kerusakan yang ditimbulkan pada serangan hama tikus, masih dalam skala ringan dan sedang dengan total keseluruhan serangan hama antara 2 ha s/d 6 ha dengan lokasi areal yang terserang terpisah-pisah.

"Serangan hama tikus walaupun belum dalam taraf mengkhawatirkan mesti diwaspadai petani. Sebab, perkembang biakan jumlah populasi hama tikus di alam liar terhitung cukup pesat" kata Sugiman.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR