BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Menghadapi musim kemarau, petani diminta melakukan antisipasi untuk mengurangi resiko puso akibat kekeringan.

Kepala UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Lampung, Bagiyo Warsito mengatakan selain memantau, pihaknya akan menginformasikan kondisi cuaca di wilayah Lampung khususnya daerah yang akan terkena kemarau di tahun ini. Pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada petani untuk menghadapi musim kemarau. Data berasal dari BMKG.



Petani juga diminta untuk waspada terhadap musim kemarau dengan cara memaksimalkan bantuan dari pemerintah berupa mesin pompa air. "Sumur bor juga bisa dimanfaatkan untuk menanggulangi kekeringan, dimana sumur bor tidak digunakan ketika musim hujan, " kata dia kepada Lampost.co, Minggu (14/4/2019).

Kemudian, dia mengimbau kepada petani untuk menanam pada varietas tahan kering. "Dibanding Ciherang lebih tahan kering, umur kebutuhan dan harga sama tapi dia lebih tahan kering," ungkapnya.

Diketahui varietas bibit padi yang dapat bertahan di lahan kekeringan, misalnya Towuti, Situ Bagendit, Silugonggo, Situ Patenggang, Inpago 5, Inpari 1, Inpari 10, Inpari 11, Inpari 12, Inpari 18, Inpari 19 Gajah Mungkur, Situ Patenggang, Kelimutu, Dodokan, Way Rarem, Limboto dan Jatiluhur.

 

Terpisah Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Lampung Indriatmoko mengatakan kekeringan bisa diantisipasi dengan beberapa bantuan yang telah digulirkan.

 

"Ada beberapa sumur bor dan pompa air, kemudian petani bisa memanfaatkan embung sebagai sumber air, " singkatnya.

loading...

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR