KOTABUMI (Lampost.co) -- Merujuk dari surat edaran (SE) Stasiun Klimatologi Pesawaran tentang analisis prakiraan hujan bulanan di Provinsi Lampung, Dinas Pertanian Kabupaten Lampung Utara menghimbau kepada para petani yang masih melakukan penanaman pada Juli 2018, untuk menganalisa ketersediaan air di wilayah guna mencegah terjadinya gagal panen.

Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Air Irigasi, Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Dinas Pertanian Kabupaten Lampung Utara, Sultoni, di ruang kerjanya, Selasa (24/7/2018) mengatakan merujuk informasi sifat hujan bulanan yang terjadi pada Juli, Agustus dan September 2018 di Lampung Utara dari Stasiun Klimatologi Pesawaran, terjadi penurunan curah hujan mulai Juli 2018 dari kriteria curah hujan normal sekitar 101 mm s/d 150 mm menjadi kriteria curah hujan rendah sekitar 051 mm s/d 100 mm atau memasuki musim kemarau.



Dari informasi tersebut, melalui Surat Edaran (SE) No. 521/3027/33/LU/IV/2018, perihal informasi sifat hujan bulanan, Juli, Agustus dan September 2018 pihaknya menghimbau kepada unit pelaksana teknis daerah (UPTD) Distan di kecamatan dan kelompok tani (Poktan) di Lampung Utara untuk mengantisipasi pertanaman di wilayah yang dimungkinkan kekurangan sumber air.

"Dari informasi yang disampaikan Stasiun Klimatologi Pesawaran tentang kondisi prakiraan curah hujan di Lampung Utara yang memasuki musim kemarau di nilai dari intensitas curah hujan rendah sekitar 051 mm s/d 100 mm. Kami menghimbau petani yang melakukan penanaman di Juli 2018 ini untuk memperhitungkan ketersediaan sumber air agar tidak terjadi gagal panen akibat kekeringan," ujarnya.
 

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR