LIWA (Lampost.co) -- Memasuki musim kemarau serta musim angin kencang yang saat ini mulai terjadi, pihak Balai Besar TNBBS wilayah II Liwa yang meliputi kawasan TNBBS di Lampung Barat, Pugungtampak dan Bintuhan (Bengkulu), meminta agar masyarakat waspada api serta tidak membakar sampah atau membuang puntung rokok sembarangan disekitar kawasan hutan.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang TNBBS wilayah II Liwa Amri, Jumat (3/8/2018). Amri mengaku, kawasan TNBBS yang rawan kebakaran adalah daerah Suoh dan Bandarnegeri Suoh. Namun demikian tidak menutup kemungkinan tingkat kerawanan juga terjadi di daerah lainya, apabila tidak diantisipasi apalagi saat ini kondisi kemaraunya disertai angin. Pihaknya akan terus memberikan penyuluhan terutama kepada masyarakat penyangga kawasan tentang waspada api.



Selain meminta agar masyarakat mewaspadai, pihaknya juga telah mengumpulkan serta memberikan penyuluhan kepada kelompok masyarakat tentang peduli api.

"Sudah kami kumpulkan kelompok masyarakat penyangga hutan dari Lambar, Pugung dan Bintuhan dan mereka sudah diberi pembinaan tentang peduli api
pada 31 Juli lalu," kata Amri.

Kemudian pada musim kemarau ini, pihaknya juga akan meningkatkan kegiatan patroli untuk memastikan kondisi kawasan aman dari kejadian kebakaran.

Kemudian oada Rabu (1/8/2018), pihaknya telah menggelar apel siaga api bersama kelompok masyarakat peduli hutan yang dipusatkan sekitar danau asam Kecamatan Bandarnegeri Suoh. Hal ini tujuanya adalah untuk antisipasi kebakaran hutan, yang pelaksanaanya  bekerjasama dengan kelompok masyarakat.

Para warga kelompok binaan itu diajak dan diminta untuk peduli kawasan. Jika menemukan adanya kasus maka harus segera dilaporkan dan ditanggulangi bersama.

Sementara itu, kepala kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) II Liwa Hasan Basri, mengatakan pihaknya akan terus dan aktif melakukan pembinaan kepada seluruh kelompok HKm yang tersebar.

Pembinaan itu dilaksanakan, baik melalui pertemuan secara resmi maupun saat di lapangan. Intinya adalah terus dan akan terus sosialisasi kepada masyarakat maupun kelompok HKm dengan meminta agar mereka tetap menjaga dan merawat kawasanya, serta tidak melakukan pembakaran sampah disekitar kawasan agar jangan sampai timbul kebakaran.

Menurutnya, kawasan hutan lindung di Lambar terdapat dua titik yang rawan kebakaran yaitu kawasan register 43b gunung Pesagi dan hutan lindung register 9b kawasan gunung Seminung.

Kawasan Seminung rawan kebakaran karena berbatasan dengan Sumsel yang iklimnya panas ditambah berdekatan dengan pemukiman. Selain itu juga ada sumber api alami disekitar gunungnya. Kemudian kawasan gunung pesagi rawan kebakaran karena aktifitas perkebunan yang berdekatan dengan kawasan serta sering adanya kegiatan pendaki gunung.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR