KALIANDA (Lampost.co) --  Untuk mengantisipasi antrean panjang kendaraan mobil pada arus mudik dan balik Lebaran 1440/2019, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan akan memberlakukan tanda nomor kendaraan mobil ganjil/genap di Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Bakauheni sejak H-6 Lebaran (30/5/2019)
hingga H+4 Lebaran (10/6/2019) dari pukul 20.00 WIB - 08.00 WIB.

Berdasarkan surat imbauan yang ditandatangani Dirjen Perhubungan Kemenhub Budi Setiyadi, pemberlakukan ganjil/genap untuk Pelabuhan Merak diberlakukan mulai
H-6 (30/5/2019) sampai H-2 (3/6/2019).



Untuk Pelabuhan Merak diberlakukan bagi pengendara mobil dengan tanda nomor kendaraan genap pada H-6 Lebaran (30/5/2019) pukul 20.00 WIB sampai H-5 (31/5/2019) pukul 08.00 WIB.

Kemudian untuk kendaraan bernomor polisi danjil pada H-5 (31/5/2019) pukul 20.00 WIB - H-4 (1/6/2019) pukul 08.00 WIB.  Lalu pada H-4 mulai pukul 20,00 WIB diberlakukan bagi kendaraan dengan nomor polisi genap hingga H-3 (2/6/2019) pukul 08.00 WIB dan dilanjutkan kembali pada pukul 20.00 WIB sampai H-2
(3/6/2019).

Sedangkan pemberlakuan ganjil/genap dari Pelabuhan Bakauheni dimulai pada H+1 (7/6/2019) hingga H+4 Lebaran (10/6/2019) dan berakhir pukul 08.00 WIB.

"Berdasarkan evaluasi angkutan Lebaran beberapa tahun belakangan ini. Secara bersamaan tren pemudik tiba di Pelabuhan Merak pada malam hari. Sehingga terjadi penumpukan. Dengan pemberlakuan ganjil/genap ini, kami harap pemudik memilih siang hari untuk pulang kampung,"  kata Dirjenhubdar Budi Setyadi saat mendampingi Menhub saat meninjau kesiapan angkutan Lebaran 2019, Sabtu (11/5/2019).

Menurut dia, pemberlakuan ganjil/genap di lintasan penyeberangan Merak-Bakauheni ini merupakan imbauan saat kondisi situasional. Ia meminta para stakeholder (BPTD wilayah VIII dan VI, ASDP, Gapasdap dan INFA) untuk membantu mensosialisasikan kepada masyarakat mengenai pemberlakuan ganjil/genap ini.

Sementara itu, seorang pengguna jasa kapal feri lintas penyeberangan Bakauheni-Merak, menilai pemberlakuan ganjil/genap pada saat mudik Lebaran justru akan menimbulkan keributan. "Setahun sekali pulang kampung. Kalau diatur ganjil/genap akan terjadi kemacetan dan bisa memicu keributan. Seumpama kendaraan dari Surabaya sampai pelabuhan kena aturan ganjil/genap. Meraka kan selama perjalanan tidak bisa menentukan siang/malam sampai pelabuhan. Pasti mudik mereka akan tertahan. Apa enggak ramai nanti jadinya," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR