PANARAGAN (Lampost.co) -- Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) KAbupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) dan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Laskar Aswaja Tubaba, menggelar dialog pencegahan paham radikal dengan tema "Islam agama rahmatan lil alamin dan sesuai dengan Pancasila tolak radikalisme dan terorisme di balai Tiyuh Bangunjaya, Kecamatan Gunungagung, Kabupaten Tubaba, Selasa (29/5/2018) pukul 16.30.

Kegiatan tersebut sebagai pembicara diantaranya KH Muhyidin Pardi selaku Ketua MUI dan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Tubaba, Kapolsek Gunungagung AKP Sobari,  Camat Gunungagung, Marzuki dan Serma Basuki dari Batibung Koramil TBT/Kodim 0412 LU.



Dalam kesempatan tersebut, Muhyidin mengajak kepada seluruh hadirin untuk mengingat kembali pesan Presiden Soekarno yang berbunyi bahwa bangsa yang besar adalah bangsa menghargai jasa para pahlawan jangan sampai melupakan sejarah.

"Selain itu, kita harus memahami terlebih dahulu apakah kitab yang kita yakini sudah sesuai dengan Pancasila atau sebaliknya Pancasila sesuai dengan kitab, karena dalam Pancasila sebagai idiologi mengandung nilai-nilai yang alami," ujarnya.

Mewakili Kapolres Tulangbawang AKBP Raswanto Hadi Wibowo, Kapolsek Gunungagung AKP Sobari, menegaskan bahwa teroris itu bukan Islam, tetapi mengatasnamakan Islam di Indonesia. "Terkadang agak aneh, sesama kyai kadang saling berdebat, terkait sunah-sunah. Kita sepakat Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin. Menurut saya adalah Islam yang sesuai dengan kodrat manusia kalau menyimpang masih perlu dipertanyakan," kata dia.

Kapolsek berharap kepada seluruh masyarakat beragama agar saling menghormati perbedaan antar pemeluk agama satu dengan yang lainnya, terlebih dalam satu agama.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR