BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Miniatur Bandar Udara Gatot Subroto menjadi tampilan paling ditonjolkan dalam Lampung Fair 2019. Sebab, bandara yang dimiliki TNI Angkatan Darat itu kini menjadi sarana transportasi bagi masyarakat sipil setelah diresmikan beberapa waktu lalu.

Bupati Way Kanan, Raden Adipati Surya menjelaskan dalam perhelatan tahunan dari pemerintah provinsi Lampung itu pihaknya masih menampilkan berbagai produo unggulan yang dihasilkan. Namun, dalam Lampung Fair 2019 ini banyak keunikan dan penampilan terbaru yang tidak ada di tahun sebelumnya, khususnya Bandara Gatot Subroto. "Anjungan Way Kanan di 2019 ini masih menampilkan produk olahan kopi dan tapioka. Tapi ada beberapa hal menarik yang baru, seperti bandara yang baru diresmikan dan piala adipura yang baru didapatkan," kata Adipati dalam talkshow di panggung utama Lampung Fair, Selasa malam.



Menurutnya, miniatur bandara Gatot Subroto menjadi primadonanya. Sebab, infrastruktur bidang trasportasi itu dicapai atas perjuangan selama 13 tahun dan 3 Bupati. Sebab, sepanjang waktu itu bandara tersebut dioperasikan sebagai landasan udara TNI dan mendapatkan izin untuk diresmikan menjadi bandara sipil. "Perjuangan itu dilakukan selama 13 tahun untuk menjadi bandara sipil. Ini hasil kerja berbagai pihak dan dukungan masyarakat. Mudah-mudahan keberadaan bandara ini bisa menambah kemajuan kabupaten. Apalagi bandara ini letaknya sangat strategis yang berada di tengah Sumatera Selatan dan Lampung," ujarnya.

Menurutnya, usai diresmikan, bandara tersebut sudah memiliki maskapai yang siap untuk melakukan penerbangan secara rutin dalam waktu dekat. Disamping itu, anjungan kabupaten itu juga menampilkan hasil perekonomian khususnya pertanian dan perkebunan sebagai penyumbang ekonomi terbesar, seperti hasil sawit, singkong, karet, kopi, dan tebu.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR