JAKARTA (Lampost.co) -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengonfirmasi korban tewas akibat aksi demonstrasi yang berujung bentrok pada Selasa (21/2) malam berjumlah enam orang.

Ia menyampaikan hal itu ketika meninjau para korban yang luka-luka di RS Tarakan. "Korban sejauh ini ada enam meninggal. Di RS Tarakan ada dua. Kemudian di RS Pelni, kemudian di RS Budi Kemuliaan, RSCM, dan RSAL Mintoharjo. itu per jam 9," kata Anies, Rabu (22/5/2019).



Pada tubuh korban meninggal ditemukan bekas tembakan peluru karet. Namun, penyebab pasti meninggalnya korban masih akan didalami tim medis masing-masing RS.

Sementara itu korban luka-luka terus berdatangan ke RS-RS tersebut hingga berkisar 200 orang.

Anies menegaskan biaya pengobatan akan ditanggung BPJS Kesehatan. Sementara bagi korban yang tidak memiliki BPJS, biayanya akan ditanggung Pemprov DKI Jakarta.

loading...

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR