BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Terbukti menganiaya istri sahnya, Rudi Anton (40), mantan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tulangbawang divonis majelis hakim pengadilan Negeri Kelas 1A, Tanjngkarang selama 2 tahun 6 bulan (2,5 tahun) penjara . Terdakwa juga terbukti menikah lagi dengan wanita lain pada tahun 2015 tanpa sepengetahuan istrinya.

Hakim ketua Noerista Suryawati di persidangan, Kamis (3/8/2017), mengatakan terdakwa didakwa dengan pasal pertama Pasal 279 Ayat (1) KUHP, kedua Pasal  284 Ayat (1) KUHP tentang pencabulan. Kedua Pasal 49 UU RI Nomor 23 tahun 2004 Tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Ketiga Pasal 44 Ayat (4) UU RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga.



"Terdakwa secara sah dinyatakan bersalah telah melakukan tindakan kekerasaan terhadap istrinya, terdakwa juga tanpa sepengetahuan isteinya telah menikah dengan perempuan lain pada 2015 lalu, terdakwa tidak menafkahi istri sahnya. Menyatakan memutuskan hukuman penjara terhadap terdakwa Rudi Anton selama 2,5 tahun penjara," kata Hakim Ketua Noerista..

Menanggapi putusan itu, Jakasa Penuntut Umum, terdakwa dan penasehat hukum terdakwa mengatakan pikir-pikir.

Jaksa Penuntut Umum Adrana Suharto mengatakan, Terdakwa didakwa dengan pasal kesatu pertama Pasal 279 Ayat (1) KUHP, kedua Pasal  284 Ayat (1) KUHP tentang pencabulan. Kedua Pasal 49 UU RI Nomor 23 tahun 2004 Tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Ketiga Pasal 44 Ayat (4) UU RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga,

Dalam surat dakwaanya JPU menuturkan, Terdakwa berdasarkan buku nikah nomor :162/10/V/2006 telah menikah dengan Neti Herawati. Namun pada tahun 2015 terdakwa tanpa sepengetahuan istrinya telah menikah lagi dengan Sri Handayani. Selain itu lanjut Adrana, terdakwa juga telah melakukan perbuatan zinah.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR