BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Majelis Hakim Pengadilan Negeri, Kelas 1A, Tanjungkarang memvonis Muhadi (40) oknum PNS Lampung Selatan, selama satu tahun lima bulan  (17 bulan) pidana penjara, karena terbukti melanggar pasal 44 ayat 1 UU Nomor 23/2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT).

Hakim Ketua Aslan Ainin di persidangan, menuturkan terdakwa Muhadi telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga. Perbuatan Muhadi telah memenuhi unsur dalam dakwaan jaksa berdasarkan keterangan saksi dan hasil bukti surat et repertum.



Selain itu, majelis menilai kekerasan yang dialami oleh Mirza Naufal Ridho meninggalkan trauma mendalam. Sementara, dalam pertimbangan lain, hakim menilai Muhadi belum pernah dihukum menjadi bahan pertimbangan hal yang meringankan.

"Dalam pembelaan, sebagai orangtua, Muhadi menganggap bahwa memukul anak diperbolehkan untuk memberi pelajaran. Majelis menolak pembelaan terdakwa karena bertentangan dengan hukum negara dan hukum positif, " ujar Aslan.

Atas putusan itu, terdakwa Muhadi dan jaksa penuntut umum Sayekti Chandra menyatakan pikir-pikir. Usai persidangan, keluarga dari mantan istri Muhadi Mulyani menghampiri Muhadi. Keluarga geram dan tak terima atas perlakuan Muhadi yang memukuli Mirza Naufal Ridho. Bahkan saat digiring, seorang pria berbadan tegap mengeluarkan kata-kata kotor kepada Muhadi. Tak hanya itu, empat pria berbadan tegap kemudian menghampiri Muhadi di ruang tahanan. Mereka menunjuk-nunjuk Muhadi dari luar teralis besi.

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR