DALAM masyarakat adat Lampung terdapat budaya mengangkat saudara yang dikenal dengan istilah angkon muwarei. Angkon muwarei berasal dari bahasa Lampung yaitu angkon yang berarti menganggap, mengangkat. Kemudian muwarei yang berasal dari kata puwarei yang berarti saudara (laki-laki). 
Adapun muwarei itu sendiri memiliki arti bersaudara (umumnya persaudaraan antara laki-laki dan laki-laki, meskipun dalam praktiknya budaya angkon itu juga bisa terjadi terhadap perempuan). 
Peristiwa pengangkatan saudara dalam adat Lampung dapat terjadi karena tiga alasan. Pertama, terjadi karena memang hubungan yang sangat erat antara kedua pihak, seperti karena atas dasar hubungan yang sangat baik atau karena sebuah kejadian. Misalnya, terselamatkannya jiwa atau kehormatan seseorang dalam suatu peristiwa tertentu. 
Ataupun semata-mata karena hubungan persahabatan yang sudah sangat lama pada saat sekolah, kuliah, bekerja, sepermukiman, dan sebagainya, sehingga untuk lebih mendekatkan lagi dilakukan prosesi angkon muwarei. 
Kedua, angkon muwarei atau angkon mengangkon (angkat mengangkat saudara) yang terjadi karena hubungan perkawinan keluarga Lampung dengan masyarakat luar Lampung. Sebagaimana diketahui bahwa proses perkawinan adat bagi masyarakat Lampung adalah suatu peristiwa sakral yang hanya dapat dilakukan prosesi adat istiadatnya apabila antara sesama memiliki latar belakang adat dan suku yang sama, yaitu Lampung. 
Oleh karena itu bagi orang suku bangsa lain yang mengambil gadis Lampung atau sebaliknya lelaki Lampung menikah dengan gadis bukan orang Lampung, harus dilakukan proses angkon mengangkon terlebih dahulu sebelum prosesi acara adat pernikahan dilaksanakan.
Ketiga, angkon muwarei terjadi karena adanya konflik, sengketa, atau karena alasan telah terjadi peristiwa yang kurang baik, misalnya pertikaian, ketika seseorang atau beberapa orang terbunuh karena perkelahian, kecelakaan, atau peristiwa lainnya. 
Berdasarkan implementasi kegiatan angkon muwarei di kehidupan masyarakat adat, angkon wuwarei dengan latar belakang seperti itu sering terjadi. Sehingga angkon muwarei bisa dijadikan sebagai salah satu solusi atau alternatif dalam penanganan suatu masalah konflik.
Tradisi penyelesaian konflik dalam masyarakat adat Lampung melalui angkon muwarei dapat dilakukan yaitu dengan cara mendamaikan kedua pihak yang sedang terjadi konflik menjadi saudara angkat. Dengan bersaudara bertujuan agar persengketaan di antara keduanya reda menjadi sebuah kesadaran, baik secara emosional maupun rasional. 
Menurut adat Lampung, simbol persaudaraan itu merupakan pertanda pengakuan penuh bahwa kedua pihak memiliki hubungan dekat secara lahir maupun batin, tanpa kritik, tanpa rasa curiga, dan hapus semua bentuk perselisihan. Jika telah ditetapkan sebagai dua atau lebih orang bersaudara, konsekuensinya siapa pun, dari mana pun, seperti apa pun bentuk, rupa asal usul, mereka tetap saling menghormati. Kemudian menghargai, toleransi, terbuka, saling membela, melindungi, dan tolong-menolong sebagaimana prinsip-prinsip hidup orang Lampung yang terkandung dalam nilai-nilai sosial piil pesenggiri. *
 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR