BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pengelolaan Bandara Radin Intan II Provinsi Lampung akan diambil alih oleh PT Angkasa Pura II (Persero) rencananya akan digelar pada Sabtu (12 Oktober 2019) ini. Saat ini Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Radin Inten II Provinsi Lampung secara vertikal masih dibawah Kementerian Perhubungan.

Pelimpahan pengelolaan kepada Angkasa Pura II tersebut dibenarkan oleh Humas Bandara Radin Intan II Provinsi Lampung, Wahyu Aria Sakti. Ia mengatakan bahwa serah terima tersebut akan langsung dihadiri oleh pihak pusat. Namun dirinya belum mengetahui secara pasti siapa saja yang akan langsung datang di Bandara.



"Iya rencananya (Sabtu, red). Belum tahu siapa yang datang. Katanya Pak Menteri Perhubungan. Kita tunggu saja pelaksanaannya. Rencananya jam 10.00 pagi," katanya kepada Lampung Post, Kamis, 10 Oktober 2019.

Sementara itu, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan bahwa pada prinsipnya Bandara Radin Inten menuju bandara internasional. Pemerintah Provinsi Lampung terus mempercepat gerak langkahnya untuk mewujudkan Bandara Radin Inten II menjadi internasional. Pihaknya berharap dalam minggu ini sudah ada penyerahan dari Direktorat Jendral Keuangan Kementerian Keuangan RI dan Kementerian Perhubungan RI kepada Angkasa Pura II.

Kemudian ia mengatakan perwujudan Bandara Internasional akan dimulai pada 30 Oktober 2019 dalam rangka pelaksanaan ibadah umrah. Hal tersebut juga sebagai uji coba internasional. "Ini kata kunci untuk menentukan internasional. Oleh karena itu penyerahan dari Kementerian Perhubungan kepada Angkasa Pura II. Internasional dalam arti yang luas akan kita mulai tahun 2020," katanya.

Kementerian Perhubungan sudah mengeluarkan Keputusan Menteri Perhubungan No. 166 Tahun 2019 tentang Tatanan Kebandarudaraan Nasional pada 26 Agustus 2019. Embarkasi langsung Lampung-Arab Saudi akan menekan biaya perjalanan umrah menjadi lebih murah. Dari catatan Unit Penerbangan Bandar Udara (UPBU) Radin Inten II Lampung, setiap tahun setidaknya 16 ribu jemaah umrah berangkat dari Lampung. Dengan adanya penerbangan langsung umrah dan haji, akan meyakinkan internasional bahwa Lampung mampu menangani penerbangan internasional.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR