KOTABUMI (Lampost.co)--Angka penemuan kasus penyakit tuberkolusis (Tb) paru di Kabupaten Lampung Utara ada 680 kasus atau mencapai 70,5 persen. Angka tersebut merujuk dari Case Notification Rate (CNR) yang dirumuskan World Health Organization (WHO), 160/100.000 × jumlah penduduk. 

Sekretaris Dinas Kesehatan Lampura, Edy Kusnadi, di ruang kerjanya, Selasa (13/2/2018), mengatakan angka penemuan kasus Tb paru di Lampura merujuk rumus yang dikeluarkan WHO, yakni; 160/100.000 × 789.534 jiwa (jumlah warga Lampung Utara) ditemukan 965 orang warga yang ada di wilayah di duga terjangkit Tb paru. Sementara, cakupan warga yang terjaring Dinkes terkena Tb paru pada 2017 berjumlah 680 orang. 
"Bila merujuk rumus standar yang ditetapkan WHO, diduga ada sekitar 965 warga terjangkit Tb paru, sementara angka penemuan kasus Tb paru di Lampura 680 kasus atau 70,5 persen temuan kasus merujuk rumus standar yang ditetapkan" ujarnya.
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinkes Lampung Utara, M. Yusuf, menuturkan untuk angka temuan kasus bila merujuk standar nasional sekitar 85 persen. Sedangkan upaya keberhasilan pengobatan Treatment Success Rate (TSR) diperkirakan sekitar 90 persen. 
"Angka keberhasilan untuk pengobatan Tb paru atau TSR di Lampura sekitar 90 persen" kata Yusuf.
Dalam pengobatan Tb paru, dia berharap mereka yang positif terjangkit untuk berobat sampai sembuh total sementara masyarakat yang ada di lingkungan memberikan dukungan moral serta tidak bersikap diskriminatif terhadap pasien Tb paru dan melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
"Penderita Tb paru mesti berobat secara tuntas dan keluarga serta masyarakat disekitarnya mesti memberikan dukungan moral dan tidak bersikap diskriminatif pada mereka yang terjangkit sehingga Indonesia Bebas TB 2050 dapat tercapai" kata Yusuf.

PENULIS

Yudhi Hardianto

TAGS


KOMENTAR