KOTABUMI (Lampost.co)--Angka penderita demam berdarah dengue (DBD) di Lampura mengalami penurunan dan pelaksanaan fogging di wilayah penderita yang terinfeksi mesti disikapi secara bijak.

Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung Utara, M Yusuf, Selasa (8/1/2019), mengatakan merujuk data pada 2017, angka DBD tercatat 79 kasus, dan pada 2018 angka DBD turun menjadi 69 kasus.



Terkait pelaksanaan fogging di wilayah penderita yang terserang DBD, pihaknya mengimbau mesti dilakukan secara bijak. Sebab, paparan residu pestisida dari fogging dapat menimbulkan masalah pada kesehatan manusia. Selain itu, nyamuk akan lebih resistan (kebal) pada racun pestisida dan dampak yang lain pada lingkungan. Selanjutnya, racun pestisida bila tingkatkan dosisnya dapat membunuh predator alami yang memangsa nyamuk seperti cicak.

Menurutnya, untuk langkah yang paling efektif mencegah penyebaran DBD adalah melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan langkah 3M, yakni; menutup, menguras, dan menimbun tempat yang dapat menampung air.

loading...

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR