BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Hingga memasuki hari ke-14 opersi ketupat Krakatau 2018 (20/6/2018), angka kecelakaan dan angka pelanggaran turun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu dengan nama operasi Ramadniya 2017.
Hingga 20 Juni, tercatat ada lima Lakalantas dengan rincian, 0 meninggal dunia, 4 luka berat (lb) dan 8 luka ringan (lr) dengan total kerugian Rp28 juta. 
Jumlah tersebut turun dari tahun lalu yakni 7 kejadian dengan total 5 md, 8 lb dan 11 lr dengan kerugian mencapai Rp92.5 juta.
Selain itu angka pelanggaran juga menurun, hingga saat ini jumlah pelanggaran mencapai 3.165 dengan rincian 3.434 teguran dan 181 tilang. Angka tersebut turun dari tahun lalu yakni 4.129 pelanggaran dari 3.838 teguran dan 291 tilang.
Dirlantas Polda Lampung, Kombespol Kemas Ahmad Yamin, mengatakan penurunan tersebut merupakan upaya seluruh jajaran Ditlantas dan Satlantas tiap daerah untuk melakukan pencegahan di titik rawan macet dan rawan Lakalantas.
Setiap Kasatlantas diminta melakukan Anev titik rawan, dan dilakukan pemecahan masalah. Seperti penebalan personil, pemasangan pita kejut, penebalan rambu, hingga perluasan kantung parkir, dan tempat manuver kendaraan. Rekayasa terbatas pun dilakukan.
Untik Jalur lintas Barat, lokasi rawan Lakalantas ada tiga titik yakni, KM 36-37 Wates, Kecamatan Gadingrejo, KM 73-74 Banjar Manis, Gisting, dan Pekon Pemerintahan Bengkunat.
Untuk jalur lintas tengah, lokasi rawan lakalantas yakni, SP Pabrik Areng Natar, Turunan Tarahan Km 21-22, KM 91-94, Desa Pahar Blambangan Pagar, dan Kampung Negeri baru KM 195 Blambangan Umpu.
Untuk Jalur Lintas Timur, titik rawan laka yakni, Km 79-80 Way Pengubuan, KM 106 SP Mataraman Sukadana, KM 99 Astra Ksetra Menggala, dan KM 194-196 Kampung Agung Batin, Mesuji.
"Ya kita selalu usahakan menurun, tahun kemarin saya lupa pastinya tapi ada 7 md, saya maunya turun atau kosong tahun ini. Alhamdulillah berhasil, kendati banyak faktor," ujarnya Kamis (21/6/2018).
Dia juga melakukan Upaya-upaya Monitoring dengan sebutan tim siluman, apakah benar para Kasatlantas dan jajaran benar-benar bekerja.
"Dan memang semua aktif, membantu pam, membantu pemudik dan lain-lain yng ada kendala dengan kendaraannya," kata mantan Dirlantas Polda NTT itu.
Kedepannya titik-titik rawan lakalantas akan dipasang berbagai penanda, seperti tiruan anggota dan mobil Satlantas, hingga memajang  kendaraan rusak sebagai contoh lakalantas karena lalai.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR