BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Sejumlah nelayan tidak melaut karena kondisi cuaca ekstrim terutama angin kencang, kondisi ini menyebabkan para nelayan tidak berani berlayar.

Hal ini terlihat dari puluhan kapal nelayan bersandar di Pulau Pasaran dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lempasing, Kota Bandar Lampung, Selasa (4/9/2018).



Berdasarkan pantauan lampost.co di Pulau Pasaran dan TPI Lempasing, para nelayan memelih mengecat kapal sembari menunggu kondisi cuaca memungkinkan untuk menangkap ikan.

Inar (32) salah satu nelayan warga Teluk Bone, Bandar Lampung mengatakan dirinya sudah satu minggu tidak melaut karena tahu kondisi cuaca ektrim (angin kencang).

"Kalau kondisi cuaca begini (angin kencang) kita tidak bisa kerja, semua nelayan minggir, sudah biasa akhir bulan Agustus kondisi cuaca seperti ini," kata Inar, Selasa (4/9/2018).

Dia menjelaskan, jika kondisi seperti ini, meskipun harga ikan di pasaran mahal, para nelayan kebanyakan tidak melaut karena khawatir dan hasil yang didapat tidak sebanding dengan ongkos yang dikeluarkan.

"Ini angin dikenalnya angin selatan, meskipun harga ikan di pasar naik nelayan pada umumnya lebih memilih tidak melaut, ongkos dan penghasilan tidak sesuai," ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan Dira, nelayan di Pulau Pasaran. Dirinya tidak melaut karena kondisi cuaca ekstrim.

"Kita nelayan tahu, setiap akhir bulan Agustus atau awal bulan September kondisi cuaca seperti ini. Sebelum waktu itu, nelayan sudah menepi tidak melaut," ujarnya.

 

EDITOR

Ricky Marly

TAGS


KOMENTAR