BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi Lampung merancang memangkas anggaran bagi organisasi perangkat daerah (OPD) sebesar Rp400 miliar. Dana tersebut dialihkan sebagai penyediaan dana hibah dalam penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak gelombang ketiga pada 27 Juni 2018.
Sekretaris Provinsi Lampung Sutono menjelaskan tahun 2018 provinsi memiliki hajat besar untuk pemilihan gubernur yang akan memakan dana besar. Pembiayaan kegiatan tersebut disokong Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018. Akibatnya, OPD harus merelakan dengan adanya pemangkasan anggaran itu.
"Agenda 2018 itu tentunya memerlukan dana cukup besar. Jadi anggaran yang 2017 semulanya untuk OPD, di APBD 2018 akan dikurangi dan dialihkan ke pilgub. Totalnya ada Rp400 miliar dari berbagai OPD," kata Sutono usai rapat penyampaian kebijakan APBD provinsi di Gedung Pusiban, Pemprov Lampung, Selasa (26/9/2017).
Pada rapat tersebut, seluruh OPD menyampaikan pagu anggaran APBD 2018 dan kegiatan yang dirancang berdasarkan skala prioritas kesejahteraan masyarakat. Sebab, dengan adanya pengurangan anggaran itu, OPD dapat mengefektifkan dan efisiensi penggunaan anggaran yang tepat.
"Jangan sampai dana yang dikeluarkan digunakan kegiatan yang tidak jelas. Jangan sampai kegiatan yang memang penting justru tidak mendapatkan dana. Seperti di 2018 itu tidak perlu dulu beli seragam dan mengefisienkan ATK dan perjalanan dinas, tetapi tetap mengarah ke good government," ujarnya.
Sutono memperkirakan APBD 2018 tidak berbeda dari 2017, yakni Rp6,7 triliun bagi proyeksi pendapatan dan belanja daerah. "Dari dana itu diprioritaskan kepada kegiatan-kegiatan pada pembangunan infrastruktur dan program yang mendorong perekonomian masyarakat," kata dia.

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR