MENGHADAPI 342 warga binaan yang ada di instansinya, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas II A Bandar Lampung Setyo Pratiwi memiliki cara tersendiri dalam menangani suatu permasalahan. "Semua warga binaan saya anggap anak dan keluarga saya. Saya menjalankan LPP tetap sesuai koridor aturan dan pendekatan kekeluargaan," kata dia saat berkunjung ke kantor SKH Lampung Post, Rabu (3/10/2018).

Banyak menghabiskan waktu dikantor bersama para sipir dan warga binaannya, tidak membuat wanita yang akrab disapa Tiwi ini melupakan perannya sebagai seorang ibu rumah tangga.
"Semua saya kerjakan dengan perasaan senang, sehingga pekerjaan tidak menjadi berat," ujarnya.



Beberapa kejadian unik pun pernah ia alami saat masih menjabat sebagai kepala LPP Denpasar, Bali sebelum pindah ke Lampung. "Waktu itu ada warga binaan baru yang sedang sakaw narkoba. Dia teriak teriak jam 2 malam. Saya ancam dia mau diborgol kemudian dibawa ke Pura kalau tidak diam. Akhirnya dia takut dan mau diam," selorohnya.

Tiwi juga menekankan pentingnya sinergi diantara jajaran pegawainya. "Dari pegawai juga jangan ada yang berantem. Harus ada sinergi ketika kami kompak mudah mengatur warga binaan," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR