BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Menggugah kembali persoalan Kota Bandar Lampung sebagai wilayah tepian laut, bahkan sebagian merupakan daerah tepian sungai atau kali yang layaknya sebuah kota berdampingan dengan lingkungan air, perlu penataan dan menjadi perhatian pemerintah.

Senator Lampung yang juga akademisi dan Ketua Yayasan Universitas Mitra Indonesia (UMITRA) ini, terkait topik Water Front City (daerah tepian laut, sungai dan danau) mengangkat pendapat. "Ini saat yang tepat untuk berbicara lingkungan kota yang asri, bersih, nyaman dan bebas banjir karena sebentar lagi ada Pemilihan Walikota. Kota kita ini memerlukan wali kota yang berwawasan water front city (WFC)", ujarnya.



Menurutnya, sangat berkait dengan visi seorang kandidat walikota merencanakan kota ini mau dijadikan apa khususnya fakta Bandarlampung adalah kota yang berhadapan dengan laut dan sungai.

"Alangkah naif jika kandidat wali kota ke depan melupakan kota kita ini dikelilingi air. Perlu ada perencanaan berkelanjutan khususnya wilayah tepi laut di Telukbetung, Panjang serta wilayah Tanjungkarang yang dialiri sungai-sungai," urainya.

Dilanjutkannya, paling tidak, ada empat kemanfaatan pengelolaan kota yang berbasis air yaitu; pengendalian banjir, Lingkungan hijau, efek wisata dan kenyamanan warga kota. "Banjir tentu dapat diatasi dengan perencanaan WFC termasuk potensi wisata yang bisa diraih terutama wilayah tepi laut. Jika ditata dengan indah, kota ini akan menjadi potensi destinasi wisatawan," sebut Andi.

 

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR