JAKARTA (Lampost.co)--Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief resmi menempuh jalur hukum dengan melaporkan lima tokoh publik dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik.

Kuasa hukum Andi Arief, Irwin Idrus, mengatakan kelimanya diduga telah mencemarkan nama baik Andi Arief dengan menuding menyebarkan informasi yang tidak benar. Bahkan, mereka menyebut Andi Arief sengaja menyebarkan kebohongan dengan isu tujuh kontainer surat suara sudah tercoblos.



"Jadi, menyikapi laporan terhadap Pak Andie Arief sebelumnya yang dinyatakan menyebarkan berita bohong terkait dengan adanya tujuh kontainer berikut surat suara yang telah dicoblos untuk pasangan calon tertentu, hari ini Pak Andi Arief sebagai warga negara yang merasa hak konstitusionalnya dirugikan, dicemarkan nama baiknya, itu juga melaporkan balik kepada pihak-pihak yang dianggap telah melanggar haknya," kata Irwin di Bareskrim Mabes Polri, Senin (7/1/2019).

Adapun barang bukti yang dibawa merupakan bukti pemberitaan sejumlah media elektronik. Dia mmengatakan salah satu barang bukti yang dibawa yakni rekaman Ali Moechtar Ngabalin saat diwawancara stasiun televisi swasta.

"Dalam rekaman wawancaranya, Ngabalin terang-terangan menuduh Andi penyebar hoaks. Buktinya untuk Pak Ngabalin misal ada rekaman Prime Time News di Metro TV, statement dia menyebutkan bahwa Pak Andi Arief menyebarkan berita bohong, sengaja mencemarkan sehingga menimbulkan kegaduhan," ujarnya.

Lima pihak yang dilaporkan terdaftar dalam STTL/023/I/2019/Bareskrim, di antaranya Ali Moechtar Ngabalin dari kantor kepala staf kepresidenan RI, Irfan Pulungan direktur hukum dan advokasi TKN Jokowi-Maruf, Arya Sinulingga jubir TKN JKW-Maruf Amin, Guntur Romli selaku jubir PSI, yang kelima Hasto Kristianto selaku sekjen PDI Perjuangan.

"Sebenarnya juga laporan ini kami buat paling dikorbankan keluarga beliau, jadi ada istri dan anaknya yang sudah terganggu kehidupannya, dan sangat tercemar nama baik keluarganya. Jadi, kami meskipun memang kuasa hukum Andi Arief, tapi intinya keluarga yang paling dirugikan dan tersiksa dengan adanya laporan tidak berdasar dan tidak benar ini," kata dia.

Mereka dijerat dengan Pasal 310 KUHP tentang Pencemaran Nama Baik, kemudian Pasal 27 Ayat (3) UU ITE (tentang) Penyebarluasan atau Pendistribusian Informasi Elektronik Terkait Penghinaan atau Pencemaran Nama Baik. Oleh karena itu, dia berharap aparat kepolisian dapat memproses kasus ini dengan cepat dan adil.

“Iya, nanti tentu saja kami lihat proses penyelidikan oleh pihak kepolisian bagaimana kedua pasal itu bisa dibuktikan atau tidak. Jadi, kami tunggu saja perkembangan prosesnya di kepolisian," ujarnya.

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR