PANARAGAN (Lampost.co)--Wakil Kepala Kepolisian daerah (Wakapolda) Lampung, Brigjen Pol Teddy Minahasa Putra, mengatakan pelaksanaan pemilu presiden dan wakil presiden (Capres, Cawapres) dan pemilihan legislatif DPRD RI, DPRD provinsi, DPRD kota/kabupaten di provinsi Lampung pada tanggal 17 April 2019 dalam pengawasan dan pengawalan ketat. Pasalnya kemungkinan ancaman terorisme terbuka.

"Teroris menjadi ancaman paling serius," jawab wakapolda saat dikonfirmasi Lampost.co keterkaitan pelaksanaan pilpres dan pileg dengan terorisme di Provinsi Lampung, Kamis, (14/3/2019).



Untuk mengantisipasi ancaman tersebut, saat ini pihaknya sedang mengembangkan detasemen khusus antibom Mabes Polri. "Kami memiliki organ organ khusus antiteror yang selalu intens berkoordinasi dengan Densus 88," kata wakapolda.
Namun Wakapolda berkeberatan untuk menyampaikan daerah mana saja di Lampung yang berpotensi mengalami gangguan keamanan terorisme menjelang pemilu ini.

"Kami belum dapat menyampaikan karena dinamika nya masih kami pelajari, jajaran kasat Intelijen saya bahkan seluruh kasat wil, Kapolres juga saya perintahkan untuk intensif mendeteksi semua kerawanan itu," ujarnya.
Melihat kondisi yang demikian, wakapolda berharap kepada masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan terjadinya tindakan terorisme di wilayah masing, dengan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila melihat hal hal yang mencurigakan.
 

BERITA LAINNYA


EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR