ADA budaya yang baik untuk mempererat hubungan antara orang tua dan anak, yakni memeluk. Namun, dalam hal ini ada ancaman asal peluk orang lain selain anak.

Nay ya kidah, kik jama anakmu senangun ya mehelau ana. Dang basing jama jelma bakheh kidah. (Iyalah, kalau sama anakmu memang bagus. Jangan asal sama orang lain).



Seperti seorang perempuan di Arab Saudi terancam dipenjara 2 tahun usai memeluk penyanyi di panggung. Dia menghadapi dakwaan di bawah undang-undang pelecehan seksual terbaru di negara itu. Jaksa Abdulkarim al-Qadi mengatakan perempuan itu juga wajib membayar denda 100 ribu Riyal atau Rp383 juta.

Dilansir dari laman AsiaOne, wanita yang mengenakan jubah panjang dan penutup wajah Niqab tiba-tiba melompat ke atas panggung. Dia memeluk penyanyi Irak Majid al-Muhandis yang lagu-lagunya sangat populer di negara Teluk. Polisi telah menangkap wanita anonim tersebut pada Jumat lalu.

Layau do kik kheno, bang injuk kesitanan ya ngeliak sai pantun no. Wat-wat gawoh. (Kacau benar kalau itu, kok seperti kerasukan saat melihat penyanyi itu. Ada-ada saja).

Arab Saudi baru meratifikasi undang-undang pelecehan teranyar di negara itu pada Mei lalu. UU tersebut baru dilaksanakan usai mencabut larangan mengemudi bagi perempuan secara resmi pada 24 Juni.

"Kami melakukan ini dengan tujuan melindungi perempuan saat membawa kendaraan," kata pejabat Arab Saudi.

Undang-undang baru mengizinkan perempuan untuk menonton pertandingan olahraga dan konser. Bahkan, para wanita boleh mengajukan permohonan izin usaha. Kampanye ini merupakan ide Pangeran Mohammad bin Salman untuk memodernisasi ekonomi dan masyarakat kerajaan konservatif tersebut.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR