BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Anak muda kaum milenial merupakan agen penerus generasi bangsa. Bonus demografi juga harus disambut secara positif. Sebab itu, semangat optimisme harus terus digelorakan dalam menghadapi 2019 dan tantangan era Revolusi Industri 4.0.

Anak-anak muda mempunyai kreativitas dan inovasi dalam menyalurkan bakat dan minatnya yang bisa bermanfaat luas. Melalui industri kreatif dan prestasi-prestasi di bidangnya masing-masing. Harapannya bisa menjadi magnet dan menjadi contoh bagi orang lain.



Hal tersebut disampaikan juara I duta Generasi Berencana (Genre) Provinsi Lampung, Salwa Sakinah. Ia berpendapat anak muda mempunyai semangat yang lebih untuk mengerjakan segala sesuatunya. Sebab itu, harus diarahkan dan disalurkan kepada kegiatan-kegiatan yang positif.

"Salah satu yang dibahas di Genre ini bagaimana menyiapkan anak muda dalam menghadapi bonus demografi. Maka dari itu, seluruh remaja yang ada harus menjadi remaja yang positif dan produktif," katanya kepada lampost.co, Rabu (2/1/2018).

Kemudian, ia juga mengatakan sebagai duta Genre, dia bersama teman-temannya terus melakukan kegiatan sosialisasi kepada kalangan milenial mengenai apa saja persiapan-persiapan yang harus dilakukan dalam kegiatan positif. Hal tersebut dilakukan agar terhindar dari kegiatan negatif, seperti pergaulan bebas, penggunaan narkoba, seks bebas, dan kegiatan negatif lainnya.

"Remaja harus produktif dalam kegiatan positif agar terhindar dari kegiatan negatif," kata mahasiswa Program Studi Humas FISIP Unila itu.

Salwa juga menceritakan pihaknya juga mempunyai program-program yang harus diberikan kepada masyarakat banyak. Ia juga menceritakan beberapa waktu lalu pihaknya memberikan sosialisasi mengenai Genre untuk terjun langsung bertemu anak-anak milenial dan pelajar di Kabupaten Way Kanan, Lampung Timur, dan Tulang Bawang Barat.

"Kami berikan pembelajaran dan pembekalan kepada para remaja dari usia 10—24 tahun. Kita infokan bahaya narkoba, bahaya seks bebas, dan sebagainya. Kemudian, seperti apa pencegahannya," kata perempuan kelahiran 5 Maret 1999 itu.

Ia mengatakan di Genre ada empat subtansi program kerjanya, yakni pertama, mengenai kependudukan dan pembangunan keluarga. Kedua, kesehatan reproduksi remaja. Ketiga, life skill atau keterampilan hidup yang biasanya pihaknya menggelar ajang kreativitas dan berbagai lomba. Keempat, perencanaan kehidupan berkeluarga yakni pemahaman mengenai usia perkawinan minimal 21 tahun bagi perempuan dan minimal 25 tahun bagi laki-laki.

"Melalui edukasi-edukasi yang diberikan harapannya mereka bisa memahaminya," katanya.

 

 

loading...

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR