BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Rifki Indrawan salah satu orator dengan KRLUPB yang kerap melakukan aksi di depan kantor Sentra Gakkumdu, dilaporkan ke Polda Lampung, soal orasinya yang menyebutkan hendak mengepung kediaman calon gubernur Lampung Arinal Djunaidi, senin (23/7/2018).
Pelaporan tersebut dilakukan oleh  Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Lampung, pada Jumat (20/7/2018) malam. Adapun laporan diterima langsung oleh sentra pelayanan kepolisian (SPK) Polda Lampung, sambungnya. "Nomor : STTPL/ 1066/ VII/ 2018/ Lpg/ SPKT terlapor Afang alias Rifki Indrawan.
"Kami laporkan yang bersangkutan Apang atas ucapannya yang mengajak untuk mengepung kediamanArinal Djunaidi. Karena ucapannya termasuk kedalam ujaran kebencian dan provokasi kepada masyarakat," ujar Sekretaris PD AMPG Lampung M Fadlil didampingi kuasa hukum Arinal Djunaidi Ginda Ansori Wayka di SPKT Mapolda Lampung, Jumat (20/7/2018).
Kuasa Hukum Arinal, Ginda mengatakan perseorangan atau kelompok memasuki rumah tanpa izin merupakan tindak pidana. 
"Masuk dalam pekarangan tanpa izin saja pun dapat dipidana. Pasal 167 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yakni barang siapa memaksa masuk ke dalam rumah, ruangan atau pekarangan tertutup yang dipakai orang lain dengan melawan hukum atau berada di situ dengan melawan hukum, dan atas permintaan yang berhak atau suruhannya tidak pergi dengan segera, diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah," kata Ginda di SPKT Polda Lampung.
Terpisah Rifki Indrawan mengaku santai ketika dilaporkan ke Polda Lampung, dan siap jika akan dipanggil oleh aparat. "Ya siap-siap aja," katanya.
Rifky menjelaskan, orasi yang menyebutkan akan mengepung rumah Arinal tersebut, lantaran kekecewaannya terhadap putusan Bawaslu pada sidang TSM.
"Kan saya tidak melakukan ancaman pembunuhan, kemudian juga belum ada tindakannya, lagian yang lapor kok AMPG," katanya.
Disinggung soal rencana tersebut, menurut Rifki mereka hendak menyampaikan Aspirasi di Rumah Arinal Djunaidi, bukan mengepung dalam artian melakukan tindak Pidana. Pihaknya juga berencana akan melakukan orasi di kantor SGC, Tulangbawang di waktu yang bersamaan, namun rencana tersebut masih menunggu pelaporan sidang TSM di Bawaslu RI pada Senin nanti.
"Namanya orasi, kan propaganda, itu kita mau suarakan aspirasi, ya izinnya nanti kita urus, kan masih ada Sabtu-Minggu, minimal izin aksi itu satu hari sebelum pelaksanaan," katanya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR