KOTA AGUNG (Lampost.co)--Pemkab Tanggamus perintahkan jajaran Dinas Kesehatan segera menyiagakan ambulans dan petugas kesehatan di seluruh lokasi pleno terbuka penghitungan suara yang hingga kini prosesnya terus berjalan. Hal ini berdasarkan informasi adanya anggota penyelenggara Pemilu yang jatuh sakit bahkan sampai meninggal dunia, Rabu (24/4/2019).

Instruksi ini disampaikan Sekretaris Kabupaten Tanggamus, Hamid Heriansyah Lubis, melalui Kabid Sumberdaya Kesehatan Mujiono mewakili Kadis Kesehatan Sukisno.
"Masalah ini mendapat perhatian serius dari Pemkab Tanggamus. Maka kami instruksikan agar mulai hari ini siagakan dan terjunkan petugas kesehatan di seluruh lokasi pelaksanaan pleno di Tanggamus," katanya.



Hal itu guna mencegah jatuhnya korban sakit setelah berhari-hari menjalankan tugasnya sebagai penyelenggara Pemilu. Pemeriksaan medis terhadap seluruh anggota PPS dan PPK saat jam istirahat atau usai pleno penghitungan. Kegiatan itu akan terus dilakukan sampai proses pleno terbuka perhitungan suara selesai.
"Kami turut berduka cita, terutama kepada keluarga korban meninggal dunia pada Jumat 19 April, atas nama Irfan Hilmi usai bertugas di TPS 07 Pekon Tiuh Memon, Kecamatan Pugung," kata Sekkab.
Berdasarkan informasi Komisioner KPU, Viryan Aziz, terdapat 119 orang meninggal dunia, 548 orang lainnya mengalami sakit. Untuk di Tanggamus 1 korban meninggal dunia dan 4 lainnya di rawat di rumah sakit.

Sekretaris KPUD Tanggamus YE. Trisman mengatakan jika hari ini masih terdapat 7 kecamatan yang tengah melaksanakan pleno. Diantaranya Kecamatan Kotaagung, Kotaagung Barat, Limau, Pematangsawa, Bandar Negeri Semuong, Semaka dan Bulok. 

BERITA LAINNYA


EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR