KALIANDA (Lampost.co) -- Penyelundupan sabu seberat 58 kg, berhasil digagalkan jajaran Polres Lampung Selatan, di areal pemeriksaan Seaport Interdiction, Pelabuhan Bakauheni. Sebanyak enam orang tersangka berhasil diamankan, karena membawa barang terlarang tersebut.

Kapolda Lampung Irjenpol Suntana mengatakan pengungkapan pengiriman paket sabu tersebut dari dua kasus yang berbeda.



"Pengungkapan di hari dan tempat yang sama tapi jam yang berbeda," kata dia saat prees rilis di Seaport Interdiction, Pelabuhan Bakauheni, Jumat (13/7/2018).

Pengungkapan kasus yang pertama, kata dia, berhasil gagalkan pengiriman sabu seberat 48 Kg dengan tersangaka sebanyak lima orang, Seaport Interdiction, Pelabuhan Bakauheni, Rabu (11/7/2018) sekitar pukul 12.00.

"Pertama kami berhasil ungkap sabu seberat 48 kilo dan tersangka berjumlah lima orang," ujarnya. 

Sebelum ke pelabuhan Bakauheni, para tersangka menginap terlebih dahulu di Panjang, Bandar Lampung. Mereka sempat takut menyenerang melalui pelabuhan Bakauheni. 

"Para tersangka di janjikan upah sebesar Rp300 juta," ujarnya. 

Sabu yang berasal dari Riau, dibawa menggunakan kendaraan Toyota Inova BM-1034-QC dan disimpan didalam empat tas ransel di bagasi belakang kendaraan berwarna abu-abu tersebut.

"Sebelum dilakukan pemeriksaan, tersangka menawarkan imbalan uang tapi di tolak petugas ," ujarnya. 

Saat di minta keterangan, tersangka mengaku jika satu kendaraan Toyota Avanza BK-1212-NK sudah terlebih dahulu menyeberangan. 

"Pada saat menginap mereka menyusun rencana dan membagi dua kendaraan yang membawa sabu," kata dia 

Setelah mendapat informasi tersebut, pihaknya berkoordinasi dengan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Merak, untuk menjaring kendaraan Avanza yang berisi tiga orang tersangka. 

"Mereka sudah didalam kapal, setelah dua jam berlayar langsung diamankan di pelabuhan Merak," kata dia. 

Pengungkapan kedua, sekitar tiga jam dari yang pertama, berhasil gagalkan pengiriman sabu seberat 10 kg dengan satu orang tersangka. 

"Sabu disembunyikan didalam ban serep, namun berkat kejelian petugas berhasil mengungkap, ujar dia. 

Sabu berasal dari tempat yang sama, kata dia, dibawa tersangka menggunakan kendaraan Toyota Avanza BM-1651-TF. Saat dilakukan pemeriksaan petugas mencurigai baut ban serep di mobil tersebut. 

"Ban serep mobil itu milik tersangka Rudi," kata dia. 

Kedua upaya penyelundupan narkoba jenis sabu tidak saling berkaitan satu sama lain. Saat ini seluruh tersangka berikut barang bukti sudah di amankan di Mapolres Lampung Selatan. 

"Tidak ada hubungan dari dua pengirim sabu ini," katanya.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR