MEREKA akan berkata lagi apa yang dibawa Nabi Muhammad ini adalah kebohongan yang sudah ada sejak masa lampau. Jadi mereka berpikir ini kebohongan lama, mitos sampai sekarang masih ada yang seperti itu.
Sebelum datangnya kitab suci ini Alquran sudah ada kitab sebelumnya, yaitu kitabnya Nabi Musa. Kitab Nabi Musa itu "Imam", yakni sesuatu yang Anda tuju yang ada di hadapan Anda. 

Sebelum kitab ini Allah sudah menurunkan Taurat kepada Musa, dia menjadi imam petunjuk bagi Bani Israil.
Disampaikan dengan jelas dengan bahasa yang jelas. Untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang melakukan kezaliman. Zalim adalah menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya. 
Puncak dari kezaliman itu adalah mempersekutukan Tuhan kemudian nanti banyak kezaliman yang lebih rendah dari itu. Anda menempatkan kaki pada meja itu kezaliman karena itu bukan pada tempatnya. 
Dia memberi peringatan kepada orang-orang yang melakukan kezaliman itu banyak sekali. Semua yang bukan pada tempatnya, baik ucapan dan tindakan maupun niat yang bukan pada tempatnya itu adalah kezaliman. Ayat ini berfungsi memberikan peringatan, jangan zalim.
Dan memberi berita gembira untuk orang-orang yang berbuat baik sedemikian rupa sehingga tidak menuntut yang bukan haknya bahkan menuntut lebih sedikit dari haknya. Yang memberi bukan hanya yang wajib, tetapi memberi yang lebih dari yang wajib. Paling tidak adalah adil. 
Tuntutlah apa yang jadi hak Anda jangan tahan hak orang lain. Muksini itu adalah menyembah Allah, seakan-akan Anda melihatnya kalau tidak Anda sadar bahwa Allah melihat Anda.
"Sesungguhnya orang-orang yang berkata Tuhan kami adalah Allah."
Dalam pandangan Islam ucapan itu harus sesuai dengan isi hati Anda dan apa yang Anda ucapkan itu dituntut untuk bersikap sebagaimana ucapan Anda. Kita sering menganggap ucapan itu sekadar ucapan. 
Agama dan Alquran tidak berkata demikian apa yang Anda percayai, amalkan itulah makna yang Anda ucapkan.
Tuhan kami yang memelihara kami adalah Allah kemudian (kemudian itu menunjukkan ada jarak kedudukan istikamah atau konsisten.
Nabi pernah ditanya oleh sahabat, "Wahai Nabi apa yang paling berat tuntutan Allah kepadamu yang ada pada ayat di surahku, apa itu?” 
Perintah beristikamah dan tidak melampaui batas. Istikamah sebagaimana engkau diperintahkan bersama orang-orang yang bertobat dan jangan melampaui batas. 
Ini perintah sangat sulit kata Nabi. Karena apa? Melakukan sesuatu sesuai perintah Allah dan segalanya begitu. Jangan sampai karena kami mengikuti perintah Allah kamu berlebihan. Harus hati-hati. Yang dituntut dari kami adalah seimbang. 
 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR