JADI klaim saya ada nabi-nabi sebelumnya saya, ada kitab suci sebelum saya. Bukan saya seorang diri yang berkata ada yang menjadi saksi yang menyaksikan ada yang sebelumnya yang seperti ini.

"Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang melampaui batas."



Hidayah Allah ini artinya tuntunan menuju apa yang dikehendaki. Memberi tuntutan menuju apa yang Anda kehendaki itu namanya memberi hidayat. Memberi tahu secara baik-baik menuju apa yang Anda kehendaki. Dari sini untuk menampakkan persaudaraan Anda dengan seseorang salah satunya memberi hadiah. Hadiah seakar dengan hidayat.

Begitu juga Anda memberi hidayat ke orang lain dengan baik, sopan, dan sebagainya. Hidayat dari Allah ada dua macam, ada yang sekadar memberi tahu, ada lagi diberi tahu dan diberi kekuatan untuk menuju tempat yang diberi tahu itu.  

Saya beri contoh pertama ada orang yang bertanya untuk menuju ke suatu tempat, lalu orang lain memberi tahu arahnya. Yang kedua memberi tahu, lalu yang menujukkan arah tadi menawarkan naik kendaraan dia. Mana yang lebih baik? Dua itu hidayat dalam arti kata mengantar.

Jadi Allah memberi tahu semua manusia kitab ini petunjuk untuk semua manusia. Namun, yang diberi petunjuk ini ada yang mau menerima, ada yang tidak mau menerima. Bagi yang mau menerima diberi kekuatan untuk melaksanakannya, diantar Allah untuk mau melaksanakannya.

Kata ulama hidayat itu disertai kata kepada "ke" maka itu sekadar memberi tahu. Namun, kalau tidak pakai "ke" itu berarti mengantar. Contohnya, tunjukanlah kami jalan yang lurus. Sebab, tidak ada kata "ke" dia tidak berkata tunjukkan kami ke jalan yang lurus itu berarti bukan berarti mengantar. Itu menunjukkan setelah bermohon (diberi kekuatan) setelah tahu ajaran agama ini agar diantar ke sana. Jadi kalau Anda mau Allah memberi kemampuan kuncinya adalah mau.

Selanjutnya, "Allah tidak memberi petunjuk yang mengantar mereka menuju ke tujuan bagi orang-orang yang melampaui batas." Kenapa? Karena dia tidak mau.

Kamu sudah diberi petunjuk tetapi kamu lebih senang sesat daripada petunjuk maka dibiarkan oleh Allah. Pertanggungjawabkan sendiri.

Orang-orang kafir berkata. Yang masuk Islam pertama kali itu orang miskin, lemah. Semua ajakan kepada kebaikan yang berbeda dengan keadaan umum masyarakat atau budayanya adalah orang miskin dan lemah. Sementara orang mampu mau mempertahankan. Maka orang kafir berkata, sudah banyak orang-orang yang ikut Nabi Muhammad. Namun, orang miskin beranggapan kekayaan itu tanda cinta Tuhan.

Kalau demikian ajaran yang dibawa Nabi Muhammad itu benar dari Tuhan, tentu kami lebih dulu percaya daripada orang-orang miskin itu. Sebab, kami dicintai Tuhan dan mereka Tuhan berhala. Dan mereka berkata, "Seandainya kalau ini memang baik mereka tidak akan mendahului kami masuk Islam, ini tandanya bukan sesuatu yang baik sehingga mereka tidak mau mengambil petunjuknya".  

 

loading...

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR