KALIANDA (Lampost.co)-- Warga dua desa di Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, memblokir jalan masuk PT Inti Nusa Permata (INP). Pasalnya, warga kesal akibat aktivitas perusahan pertambangan batu itu, membuat rumah mereka rusak. 
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Lampost.co, kerusakan rumah warga di Dusun Umbulpabrik, Desa Tanjungagung dan Dusun Umbulbandung, Desa Tanjungratu, Kecamatan setempat mengakibatkan aktivitas perusahan PT INP menggunakan bahan peledak. 

Buntut dari kerusakan rumah, warga yang berada di dua dusun melakukan pemblokiran jalan tepat di depan gerbang PT INP. 
"Pemblokiran terpaksa dilakukan sampai dengan perusahaan tanggung jawab atas kerusakan tempat tinggal kami," kata Supardi (41) warga Dusun Umbulprabik, Senin (11/3/2019). 



Dijelaskannya, aktivitas perusahan menggunakan bahan peledak yang mengakibatkan banyak rumah yang rusak terjadi Minggu (10/3) kemarin. 

Selain rumah yang rusak, banyak perabotan rumah tangga milik warga di kedua desa yang ikut rusak akibat ledakan yang dilakukan perusahan tambang batu itu. "Kalau rumah saya yang rusak palfon dan piring banyak yang pecah," ujar Jumanah (38) warga lainnya. 

Kepala Desa Tanjungratu, Bertalena mengatakan menindak lanjuti tuntutan warga, maka akan dilakukan mediasi dengan perusahaan. 
"Besok pagi akan di mediasi di kantor Kecamatan Katibung," ujarnya. 

Sementara itu, humas PT INP Mansyur mengatakan belum bisa memberi keputusan atas permintaan masyarakat. "Besok ada mediasi dengan warga, pimpinan perusahan kami akan hadir," kata dia.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR