KALIANDA (Lampost.co) -- Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda bagian Selatan kembali meningkat tiga hari terakhir. Sebanyak 578 kali letusan, 80 kali hembusan, 9 kali gempa vulkanik dan gempa tremor menerus dengan amplitudo 1-10 mm (dominan 2 mm) terjadi sepanjang Sabtu (18/8/2018).

Berdasarkan pengamatan Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pos GAK periode pengamatan Sabtu (18/8/2018) pukul 00:00-24:00 WIB telah merekam sebanyak 578 kali letusan, 80 kali hembusan, 9 kali gempa vulkanik dan gempa tremor menerus dengan amplitudo 1-10 mm (dominan 2 mm) selama 24 jam terakhir.



“GAK erupsi kan sudah sejak Juni lalu. Kebetulan Minggu ini ada peningkatan aktivitas kembali,” kata kepala Pos Pemantau GAK di Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan Andi Suardi kepada Lampost.co, Minggu (19/8/2018) malam.

Ia menjelaskan, sampai saat ini PVMBG merekomendasikan kepada masyarakat atau wisatawan agar tidak mendekati mendekati gunung dalam radius 2 km, karena aktivitas gunung api dengan status waspada (Level II) itu berbahaya bagi keselamatan mereka.

“Larangan ini untuk mengantisipasi hal hal yang merugikan masyarakat nelayan maupun wisatawan, mengingat aktivitas gunung yang berada di tengah laut itu masih tinggi,” ucap andi.

Selain meningkat, aktivitas letusan dan kegempaan, pengamatan visual GAK pada Sabtu (18/9) lalu, kondisi cuaca cerah dan berawan. Angin bertiup lemah ke arah Utara, Timur laut, Selatan, Barat, dan Barat laut. Suhu udara 21-33 °C, kelembaban udara 57-96 %, dan tekanan udara 0-0 mmHg.

Asap kawah nihil. Teramati 5 kali erupsi Asap hitam tebal setinggi 300-600 meter dari kawah.

Terdengar suara dentuman dan dirasakan getaran dengan intensitas lemah hingga kuat, sampai kaca pos PGA bergetar. Pada malam baik teramati sinar api dan material pijar.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR