KALIANDA (Lampost.co) -- Aktivitas letusan dan kegempaan Gunung Anak Krakatau (GAK) fluktuatif sejak erupsi 18 Juni 2018. Gunung api 305 mdpl sebelah Selatan perairan Selat Sunda itu rata-rata mengeluarkan letusan sebanyak 100 sampai 450 kali dengan kegempaan 1- 50 kali gempa tremor dan vulkanik setiap harinya.

Selain letusan dan kegempaan, kata Andi Suardi sekalu kepala Pos Pantau Gunung api Anak Krakatau di desa Hargopancuran kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, gunung aktif tersebut mengeluarkan hembusan awan panas juga teramati pada malam hari melalui CCTV sinar api dan guguran lava pijar keluar dari kawah gunung yang tumbuh dari permukaan air laut pada tahun 1929.



“Aktivitas letusan, hembusan dan kegempaan sampai saat ini fluktuatif. Naik - turun dengan status waspada Level II, “ kata Andi Suardi kepada Lampost.co,  Minggu (8/7/2018).

Meski aktivitas GAK law frekuensi, ujar dia,  Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana dan Geologi (PVMBG) Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau merekomensasikan larangan kepada masyarakat maupun wisatawan mendekat dalam radius 1 km dari gunung api fenomenal tersebut.

“Larangan ini untuk mengantisipasi hal hal yang merugikan masyarakat nelayan maupun wisatawan,  mengingat gunung yang berada di tengah laut itu termasuk salah satu gunung api aktif di dunia,” pungkasnya.

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau periode pengamatan 07-07-2018 00:00-24:00 WIB, secara meteorologi cuaca di gunung api tersebut cerah. Angin bertiup lemah ke arah timur dan barat daya dengan suhu udara 18-35 °C dan kelembaban udara 54.5-97.8 %.

Sedangkan gunung berkabut 0-III. Asap kawah tidak teramati.  sementara secara visual pada malam hari teramati sinar api melalui cctv dengan kondisi ombak laut tenang.

Kemudian jumlah letusan mencapai 126 kali, Amplitudo : 21-55 mm, Durasi : 20-153 detik.  Hembusan 135 kali,  Amplitudo : 2-27 mm dengan durasi : 16-98 detik, Tremor Non-Harmonik 2 kali, Amplitudo : 4-6 mm dan Durasi : 32-40 detik. Vulkanik Dangkal 29 kali, Amplitudo : 2-20 mm, dan Durasi : 3-16 detik. Lalu Vulkanik Dalam sebanyak 1 kali,  Amplitudo : 30 mm, S-P : 1.2 detik, dan Durasi : 12 detik.


Sehari sebelumnya 6/7/2018 aktivitas letusan dan hembusan menurun dibandingkan Sabtu (7/7) lalu dengan jumlah letusan 100 kali, Amplitudo : 23-55 mm dan Durasi : 26-113 detik. Hembusan sebanyak 118 kali, Amplitudo : 3-22 mm dengan Durasi : 17-120 detik. Lalu vulkanik dangkal 27 kali, Amplitudo : 4-12 mm, Durasi : 3-13 detik dan 1 kali Vulkanik Dalam dengan Amplitudo : 26 mm, S-P : 1 detik dengan Durasi : 14 detik.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR