KALIANDA (Lampost.co) -- Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan sebelah selatan selat sunda sejak sepekan terakhir kembali alami peningkatan. Dimana, aktivitas letusan GAK pada Minggu (4/11/2018) pukul 00:00-24:00 WIB tercatat 673 letusan atau lebih rendah dibandingkan sepekan terakhir.

Kepala Pos Pemantau GAK di Desa Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Andi Suardi mengatakan aktivitas gunung berapi setinggi 338 mdpl tersebut sejak sepekan terakhir alami peningkatan yang signifikan. Sebab, terakhir aktivitas yang teramati sebanyak 673 letusan yang sebelumnya hanya 15 kali letusan. 



Baca Juga : Aset Zainudin Boreh Kerugian Negara

"Terakhir pengamatan GAK dari Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pos mencatat telah terjadi 673 letusan, Amplitudo  45-58 mm dengan durasi : 41-219 detik," kata dia melalui sambungan whatsapp, Senin (5/11/2018).

Andi Suwardi mengatakan, PVMBG Pos Pengamatan GAK hingga saat inj masih menetapkan status Gunung Anak Krakatau waspada  (Level II). Dimana, rekomendasi kepada masyarakat atau wisatawan tidak diperbolehkan mendekat dalam radius 2 km dari gunung api tersebut masih berlaku. 

"Aktivitas GAK turun saja masih ada rekomendasi Larangan tersebut. Apalagi kalau ada peningkatan seperti ini, jelas dilarang. Larangan ini untuk mengantisipasi hal-hal yang merugikan masyarakat nelayan maupun wisatawan,  mengingat gunung yang berada di tengah laut itu termasuk salah satu gunung aktif di dunia," kata dia. 

Berdasarkan laporan pengamatan pada Minggu (4/11/2018) pukul 00:00-24:00 WIB, kata Andi Suwardi, cuaca disekitaran GAK berawan, mendung, dan hujan. Dimana, angin bertiup lemah ke arah timur laut, timur, tenggara, dan barat dengan suhu udara 24-30 derajat celsius, kelembaban udara 70-92 %, dan tekanan udara 0-0 mmHg. 

"Secara Visual GAK saat ini berkabut 0-III, asap kawah tidak teramati. Sedangkan, visual pada malam hari melalui dari CCTV teramati sinar api dan lontaran material pijar ke segala arah dengan tinggi 100-200m diatas puncak. Terdengar suara dentuman dan dirasakan getaran dengan intensitas lemah hingga kuat dipos PGA," kata dia. 

Untuk kegempaan, kata Andi, Gunung berapi tersebut alami letusan sebanyak 673, Amplitudo 45-58 mm dan Durasi : 41-219 detik. Kemudian, Hembusan sebanyak 28, Amplitudo 13-42 mm dengan durasi : 19-48 detik.

Baca Juga : Evakuasi Lion Air Diperpanjang Tiga Hari

"Unruk Tremor Harmonik sebanyak 2, Amplitudo 46-57 mm, Durasi : 61-72 detik, Vulkanik Dangkal sebanyak 2, Amplitudo 19-25 mm, Durasi 12-15 detik dan Tremor Menerus Amplitudo 3-32 mm (dominan 5mm)," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, aktivitas GAK di perairan sebelah selatan selat sunda dalam beberapa hari terakhir mengalami penurunan. Dimana, aktivitas letusan GAK pada Selasa (30/10/2018) pukul 00.00 - 24.00 WIB teramati sebanyak 15 kali letusan.

Kepala Pos Pemantau GAK di Desa Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Andi Suardi mengatakan aktivitas gunung berapi setinggi 338 mdpl tersebut sejak sepekan terakhir alami penurunan. Dimana, penurunan itu berdasarkan pengamatan dari Selasa (23/10/2018) termati 336 kali letusan dan saat ini hanya terjadi 15 kali letusan. 

Baca Juga : Lima Motor Raib dalam Semalam

"Terakhir Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pos Pengamatan GAK mencatat telah terjadi 15 kali letusan, Amplitudo 5-30 mm dengan Durasi : 20-190 detik," kata dia.

 

 

BERITA LAINNYA


EDITOR

Firman Luqmanulhakim

TAGS


KOMENTAR