SEBUAH penelitian menyebutkan gangguan pada jam internal tubuh atau ritme sirkadian ternyata berkaitan dengan kebahagiaan. Penelitian yang dipublikasikan di The Lancet Psychiatry itu mengungkapkan kepuasan kesehatan yang lebih rendah dan fungsi kognitif yang lebih buruk.



Aktivitas berlangsung selama 24 jam berfungsi mengatur fungsi fisiologis dan perilaku dasar. Termasuk dari suhu tubuh ke kebiasaan makan di hampir semua organisme. Gangguan terhadap jam biologis tersebut muncul karena meningkatkan aktivitas selama waktu istirahat dan/atau tidak aktif sepanjang hari.

Penelitian tersebut mengumpulkan data dari 91.105 peserta berusia antara 37 dan 73 tahun. Para peneliti secara objektif mengukur pola ritme istirahat dan aktivitas yang dikenal sebagai amplitudo relatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa amplitudo relatif lebih rendah berhubungan dengan peluang yang lebih besar untuk mengalami depresi atau gangguan bipolar seumur hidup.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR