BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Tak hanya di minimarket, aksi hipnotis yang dilakukan oleh warga negara asing (WNA) juga terjadi di sebuah toko rokok elektronik Vaporizer di Jalan Teuku Umar, Kedaton, Jumat (21/6/2019) lalu.

Kepada awak media, Ilham penjaga toko menuturkan peristiwa bermula saat kedatangan dua konsumen yang mengaku berasal dari Arab Saudi sekitar pukul 13.00 WIB. Awalnya kedua WNA tersebut bertanya-tanya dan melihat barang koleksi di tempatnya bekerja. "Kan itu dua orang bule tuh. Satu nanya-nanya ke saya, terus satunya lagi nanya-nanya ke kasir," ujarnya (25/6/2019).



Kemudian lanjut Ilham, satu orang WNA yang ada dikasir mulai beraksi. Modusnya, ia menukar 50 ribu dua lembar dengan pecahan Rp100 ribu 1 lembar. Hal itu yang dilakukan untuk mengecoh Ilham, hingga tak sadar pelaku telah beraksi. Hal itu diperkuat dengan pantauan CCTV yang memperlihatkan jelas pelaku menggasak uang korban.

"Di cek di CCTV, kayaknya bukan pakai hipnotis tapi sulap dengan kecepatan tangan gitu. Heran juga pas tukar uang itu. Bule itu berani ngambil langsung ke laci uang," jelasnya.

Menurut Ilham, kemudian uang yang diambil itu dibagi dua dan diselipkan di dompet diantara selipan uang itu. Lalu tumpukan uang diatas dompet yang dikembalikan, sedangkan yang dibawah dompet berhasil disembunyikan. "Kerugian 1,8 juta. Sadarnya pas saya setoran ke bos," paparnya.

Sebelumnya, aksi pencurian dengan modus diduga hipnotis atau gendam, terjadi di Kota Bandar Lampung pada Selasa (19/6/2019). Dalam waktu 24 jam, setidaknya ada dua minimarket yang uangnya digasak pelaku yang diduga sebagai warga negara asing (WNA).

Pertama, minimarket di Jalan KH. Agus Salim, Kaliawi, Tanjungkarang Pusat, dan di Jalan Raya Kartini, Tanjungkarang Pusat dekat Upnormal Cafe.

Di dua minimarket tersebut para pelaku yang diketahui dua orang, satu pria dan satu wanita tertangkap CCTV saat sedang beraksi. Sang pria yang beraksi, sedangkan wanita memantau kondisi minimarket.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR