BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Konsistensi Indonesia untuk membela Kemerdekaan Palestina tampaknya bakal memuncak Minggu (17/12) pagi.  Seperti yang sudah diumumkan sejak beberapa hari sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama dengan sejumlah organisasi lain akan menggelar aksi untuk membela hak-hak kemanusiaan Bangsa Palestina, bangsa yang sekian dekade terjajah dan terkucilkan.  Sesuai dengan rencana, kumpulan solidaritas Bangsa Indonesia itu bakal bertajuk Aksi Bela Palestina, digelar di Monumen Nasional dan Masjid Istiqlal, Ahad (17/12/2017).
Mendukung penuh aksi damai membela hak-hak kemanusiaan Bangsa Palestina, Aksi Cepat Tanggap turun tangan menyiapkan sejumlah pos, mulai dari pos medis, sampai menyediakan Humanity Food Truck. 
“Insya Allah untuk Aksi Bela Palestina, ACT siapkan pos medis dan alokasikan ribuan paket makanan dari mobil Humanity Food Truck. Ada pula mobil Ice Jacket Challenge, sebuah mobil truk yang diboyong ACT agar siapa pun bisa merasakan seperti apa dinginnya musim winter di Gaza dan Suriah,” ujar Mukhti, Direktur Aksi Cepat Tanggap, dalam keterangan tertulis, Minggu (17/12/2017). 
Sesuai rencana, pos medis ACT dan mobil Humanity Food Truck akan ditempatkan di Pintu Tenggara Gambir, atau pintu di belakang Stasiun Gambir. Kemudian mobil Ice Jacket Challenge ACT akan diposisikan di Patung Kuda sebelah Barat Monas.  “Esok juga bakal ada beberapa titik pos penggalangan dana untuk aksi nyata membela Palestina langsung di Gaza dan al-Aqsa," tambah Mukhti.
Berjalan berbarengan dengan Aksi Bela Palestina, pada Minggu (17/12), hingga akhir pekan ini ACT masih terus melakukan aksi kemanusiaan langsung dari tanah Gaza dan al-Aqsa di Palestina.  Bambang Triyono, Direktur Global Humanity Response (GHR) ACT melaporkan, dapur umum ACT terus berjalan setiap harinya di Gaza dan Al-Aqsa. Dapur umum disiapkan untuk menyuplai ribuan paket makanan bagi para warga Gaza sampai al-Aqsa. Dapur umum pun menyediakan makanan siap saji bagi para pemuda Palestina yang juga turun ke jalan untuk membela Al-Quds, Yerusalem.
“Dapur umum ACT disiapkan setiap hari di Gaza dan di dalam kompleks suci Al-Quds. Dapur ACT memasak ribuan porsi makanan untuk dibagikan kepada para pembela Al-Aqsa, pembela tanah Yerusalem,” ujar Bambang.
Tidak hanya dapur umum, dari Gaza aksi nyata yang masih dilakukan ACT sampai hari ini adalah menjalankan sebuah klinik medis. Klinik medis umum diubah menjadi klinik gratis. Bambang mengatakan, siapapun bisa berobat ke klinik ACT di Gaza.  “Bahkan klinik ACT di wilayah Jabaliyah ini pun menjadi salah satu lokasi tempat para pemuda Palestina dirawat pascabentrokan dengan militer Israel,” tambah Bambang.
Menurutnya, sepanjang tahun 2017, aksi nyata ACT di Gaza dan al-Aqsa masih terus berlangsung. Aksi nyata atas nama Bangsa Indonesia meliputi pelayanan medis, penyediaan stok air bersih di Gaza, dan penyediaan dapur umum juga distribusi bantuan logistik pangan untuk ratusan keluarga di Gaza dan sekitar Kompleks Masjid Al-Aqsa, Palestina.
 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR