BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Awal Januari 2018, Dewan Pendidikan Lampung (DPL) dan Badan Akreditasi Provinsi (BAP) Lampung akan membagikan sertifikat akreditasi untuk 440 SMA/SMK negeri dan swasta se-Provinsi Lampung.
Ketua Dewan Pendidikan Lampung Mahfud Santoso mengatakan pembagian sertifikat akreditasi akan dilakukan tim dari DPL dan BAP Lampung kepada sekolah yang memperoleh akreditasi di lima kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) SMA/SMK.
“Proses penilaian akreditasi terhadap SMA/SMK di Provinsi Lampung telah usai dilakukan BAP Lampung. Kalau tidak ada halangan, di awal Januari tahun depan kami akan menyerahkan kepada pihak SMA/SMK di kantor UPTD-nya,” kata dia kepada Lampung Post, Jumat (29/12/2017).
Ia mengatakan akreditasi SMA/SMK di Lampung merupakan program Gubernur Lampung M Ridho Ficardo untuk meningkatkan mutu di satuan pendidikan. Selain itu, juga dalam rangka menciptakan indeks pembangunan manusia (IPM) Lampung berkualitas.
“Pak Gubernur adalah satu-satunya kepala daerah yang berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan dengan mengucurkan Rp4 miliar melalui APBD untuk mengakreditasi lebih dari 400 SMA/SMK, baik swasta ataupun negeri di Lampung,” ujar Mahfud.
Dia menerangkan bila suatu sekolah memiliki peringkat akreditasi A, 75% lulusan dapat mendaftarkan diri ke perguruan tinggi negeri (PTN), sedangkan akreditasi B 50% lulusan. “Semakin baik akreditasi sekolahnya, lulusan berpeluang besar menimba ilmu di PTN. Kesemua hal tersebut bermuara kepada peningkatan IPM,” kata dia.

Lampung Terbaik



Kepala Badan Akreditasi Provinsi (BAP) Lampung Maysari Berti menuturkan pembagian akreditasi kepada SMA/SMK di Lampung dimulai pada 6 Januari 2018. Menurutnya, Provinsi Lampung merupakan salah satu daerah terbaik di Indonesia. Pasalnya, Bumi Ruwa Jurai ini masuk di dalam lima besar pada pelaksanaan akreditasi.
“Ini merupakan kepedulian Gubernur Lampung sehingga banyak sekolah dapat terakreditasi dengan baik. Mudah-mudahan, di tahun depan mendapatkan tambahan 100% untuk pengakreditasian SMA/SMK di Lampung,” kata Berti. 

loading...

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR