KRUI (Lampost.co)--Transportasi udara di kabupaten Pesisir Barat memasuki babak baru, dengan mendaratnya pesawat Wings Air di bandara M Taufik Kiemas yang berlokasi Pekon Serai, Kecamatan Pesisir Tengah,  Pesisir Barat, pada uji coba perdana maskapai penerbangan itu untuk melayani rute penerbangan dari bandara M Taufik Kiemas, Krui ke bandara Radin Intan, Bandar Lampung dan sebaliknya, Selasa (14/5/2019) sekitar pukul 15.20 WIB.  

Rombongan penumpang dipimpin kepala Dinas perhubungan Kabupaten Pesisir Barat, Hendry Dunant bersama para kru dan awak pesawat,  disambut Bupati Kabupaten Pesisir Barat Agus Istiqlal, Wabup Erlina, sekdakab N Lingga Kusuma serta jajaran kepala OPD di landasan Bandara M Taufik Kiemas.  
Setelah itu rombongan meninjau ruang tunggu penumpang, pintu detektor penumpang dan gedung bagian depan bandara tersebut. 
Pemkab juga mengundang para WNA yang merupakan wisatawan dari Spanyol dan Jerman untuk ikut menyaksikan moment bersejarah babak baru transportasi udara di Krui.



Disesi wawancara dengan wartawan, Agus Istiqlal, mengatakan mendaratnya pesawat Wings Air jenis ATR di bandara itu merupakan impian lama yang terwujud. Hal itu tidak terlepas dari kerja sama tekad dan usaha semua pihak khususnya jajaran pemkab Pesisir Barat.  
"Mimpi masyarakat kabupaten Pesisir Barat, masyarakat Lampung barat,  masyarakat Krui, alhamdulillah terwujud, itu berkat kerja keras kerja cerdas," kata Bupati. 
Ia juga menginstruksikan jajaran pegawai di lingkungan pemkab untuk menggunakan penerbangan itu.  Bahkan pihaknya telah menguhubungi para bupati kabupaten tetangga meminta agar dapat memanfaatkan penerbangan rute Krui-Bandar Lampung tersebut. 

"Penerbangan ini juga ditunggu oleh para surfer dari seluruh dunia yang akan ke krui,  tahun depan QS6000 akan digelar di Krui,  dan pada waktu itu kejuaraan surfing kelas QS6000 hanya ada di Krui, Indonesia dan jepang," kata Bupati.  
Mulai dilakukan penerbangan komersial itu sendiri dijadwalkan pada 25 Mei 2019. Bupati meminta agar terus dilakukan penerbangan secara reguler pada rute tersebut.  

Sementara pihak maskapai penerbangan Lion Grup mengatakan mengenai tarif rute penerbangan itu, hasil dari pembicaraan dengan kementrian akan diturunkan 12-16 persen dari ambang batas maksimal tarif semestinya.  Pihaknya berharap penerbangan itu dapat terus berkelanjutan. 

BERITA LAINNYA


EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR